Kebakaran Gedung Sekretariat Negara
  • sales@alatuji.com

     

  • 021 8690 6777
    021 8690 6770
  • 0812 9595 7914 (Mr. Parmin)

Apa Penyebab Kebakaran di Gedung Sekretariat Negara ?

Selasa, 9 Juni 2026

Kebakaran melanda Lantai III Gedung Sekretariat Negara di Komplek Istana Negara, Jakarta Pusat Jum’at petang. Namun, pihak Gedung Sekretariat Negara tetap mengklaim bahwa sistem keamanan di gedung itu sudah berjalan baik.


Kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik yang terjadi di gedung tersebut. Seharusnya korsleting tersebut dapat dihindari dengan peralatan yang dapat mencegah hal-hal ini sebelumnya seperti multimeter dan instrument electrical testing safety lainnya.


Kabar yang beredar saat kebakaran tidak terdengar bunyi alarm peringatan. Namun, ini langsung dibantah oleh Sekretaris Menteri Sekretaris Negara (Sesmensesneg) Lambok V. Nahattands. Menurutnya, alarm peringatan kebakaran berfungsi dengan baik saat peristiwa itu terjadi.


“Karena ruangan itu kosong, terasa ada asap ke bawah. Begitu ada bau asap, para pegawai dari bawah lari ke atas. Pintunya didobrak, asap sudah banyak, diupayakan dengan alat-alat pemadam yang tersedia di sekitar ruangan itu, tapi karena api sudah membesar alat seperti itu tidak mampu memadamkan,” papar Lambok dalam jumpa persnya di kompleks Sekretaris Negara.


Menurut Lambok, berbekal peralatan dan mobil pemadam kebakaran Istana dan Setneg, pihaknya berupaya memadamkan api, meski kobaran api yang besar tidak bisa hanya dipadamkan dengan peralatan yang ada.


Saat peristiwa itu terjadi, Lambok mengatakan, sebagian pegawai Setneg sudah selesai bekerja.
“Kalau ada yang beritakan peralatan tidak berfungsi, justru berfungsi. Karena api sudah besar, peralatan mobile sudah tidak mampu. Kita lalu minta bantuan pemadam kebakaran, 1 jam selesai,” sambung Lambok.


Lambok mengatakan, gedung Setneg sudah pernah direnovasi pada tahun 2008 lalu. Namun, dengan adanya peristiwa kebakaran ini, pihaknya meminta untuk ada audit terhadap semua bagian gedung, terutama lokasi lantai III yang terbakar. Kini pihak kepolisian dari Puslabfor dan Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) tengah melakukan penyelidikan di lokasi tersebut.


“Kita serahkan kepada ahlinya. Pokoknya kita minta audit, sampai kita menemukan sesungguhnya. Kita tetap melakukan itu, namanya musibah,” tegas Lambok.


Hingga saat ini,belum dihitung kerugian akibat adanya peristiwa kebakaran itu. Terkait renovasi kembali lantai III, Lambok mengatakan pihaknya menunggu pembicaraan dengan Kementerian Pekerjaan Umum


Sumber :  kompas.com  - edit (alatuji)





NEWSLETTER

 

TESTIMONIALS

B2TKS

B2TKS
Sangat jarang perusahaan seperti ini di Indonesia!  Mereka terus-menerus mengikuti perkembangan inovasi engineering test & measurement, “nyambung” berdiskusi teknis dan berpengalaman, memiliki visi pengembangan teknologi pengukuran, pengujian, inspeksi dan monitoring.(Dr.-Ing. Ir. May Isnan - NDT Specialist B2TKS-BPPT)

Chevron

Chevron
Tim kerja Alat Uji dapat diandalkan. Sangat bagus dalam implementasi di lapangan. Secara umum kami puas dengan services nya!(Andre - HSE Chevron)

BPPT

BPPT
Saya baru sekali ini bertemu perusahaan engineering yang eksis seperti ini di Indonesia.  Sangat terbantu dengan solusi yang diberikan, sangat memuaskan!(Muksin Saleh, ST., MT - Fuel Conversion and Pollution Control Specialist, B2TE - BPPT)

BALITBANG

BALITBANG
Sistem monitoring yang disuplai oleh Alat Uji adalah yang tertinggi ratingnya sampai dengan saat ini dibandingkan sistem lain yang pernah kami miliki, Dengan sistem monitoring dari Alat Uji, Pengujian kami jadi lebih terkontrol karena ada visualisasi di sistemnya. (Gatot Sukmara - Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum)

 
Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji