• Local Phone

    021 8690 6777

    021 8690 6771

    021 9529 3259

  • GSM Celuller

    0816 1740 8927

    0812 8006 9024

    0817 6700 726

  • Customer Care

    0816 1740 8925

  • Email

    sales@alatuji.com

    BlackBerry Pin: 2856BC08

     

  • Sales

Home>>  Article>>  Korsleting Salah Satu Penyebab Kebakaran !

Korsleting Salah Satu Penyebab Kebakaran !

16 September 2011 09:43



Kebakaran sering terjadi diberbagai tempat, banyak hal yang dapat menyebabkan kebakaran diantaranya kelalaian manusia, korsleting listrik dan sebagainya. Diperkotaan besar seperti  Jakarta, kebakaran menjadi salah satu masalah yang merugikan, selain kerugian material kebakaran juga dapat merenggut korban jiwa baik luka hingga menyebabkan kematian.


Seperti dikutip berita poskota.co.id yang  terbit  15 september 2011 “Diakui oleh Walikota, sejak Januari hingga September 2011 sedikitnya terjadi 124 kasus kebakaran, Ini menunjukkan bahwa jumlah ini meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun 2010 yang hanya mencapai 108 kasus , Sebanyak 90 persen akibat korsleting listrik dan selebihnya 10 persen akibat kompor gas dan lain-lain”. Dari berita tersebut ternyata korsleting  listrik merupakan penyebab terbesar terjadinya kebakaran,  karena beberapa faktor  korsleting menjadi salah satu sebab yang mengakibatkan terjadinya kebakaran.

Semua  mengenal multimeter, multimeter merupakan alat analog atau digital yang memberikan informasi ukuran tegangan maupun hambatan dari listrik untuk kepentingan pengujian ataupun pengukuran (biasanya digunakan untuk kepentingan perbaikan bidang elektro dan listrik ), Nah Multimeter adalah salah satu bagian dari Alat Uji Kelistrikan.

 Alat Uji Kelistrikan sendiri merupakan sebuah perangkat  pendeteksi  yang  dapat memberikan informasi adanya muatan-muatan listrik atau aliran elektron-elektron  dari tegangan tinggi ke tegangan yang rendah, salah satunya multimeter  yang sudah disebutkan sebelumnya,  dimana alat ini memiliki salah satu fungsi untuk mengukur  tegangan (AC&DC) serta resistansi, dan selain itu juga dapat menentukan frekuensi tegangan dan arus. Untuk menghindari terjadinya korsleting maka biasanya Alat uji kelistrikan digunakan untuk mengukur tegangan maupun hambatan sehingga perlakuan terhadap sesuatu yang berkaitan dengan kelistrikan dapat sesuai dengan standar yang ada.


Tentunya dari penjelasan tersebut bisa didapatkan bahwa kebakaran akibat korsleting dipengaruhi banyak faktor, bisa disebabkan karena kelalaian pengguna, juga bisa karena dari listrik itu sendiri yang memang kurang baik (kabelnya terkelupas, arus pemutus yang tidak bekerja dengan seharusnya dll) mudah-mudahan dengan  Alat uji kelistrikan mampu mencegah korsleting dimana alat ini mampu mendeteksi aliran listrik berjalan baik dan normal apa tidak.

 

Sumber kutipan : http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/09/15/90-persen-kebakaran-akibar-korsleting-listrik%5C





Produk Terkait dengan artikel Korsleting Salah Satu Penyebab Kebakaran !


 

NEWSLETTER

 
 

TESTIMONIALS

B2TKS

B2TKS
Sangat jarang perusahaan seperti ini di Indonesia!  Mereka terus-menerus mengikuti perkembangan inovasi engineering test & measurement, “nyambung” berdiskusi teknis dan berpengalaman, memiliki visi pengembangan teknologi pengukuran, pengujian, inspeksi dan monitoring.(Dr.-Ing. Ir. May Isnan - NDT Specialist B2TKS-BPPT)

Chevron

Chevron
Tim kerja Alat Uji dapat diandalkan. Sangat bagus dalam implementasi di lapangan. Secara umum kami puas dengan services nya!(Andre - HSE Chevron)

BPPT

BPPT
Saya baru sekali ini bertemu perusahaan engineering yang eksis seperti ini di Indonesia.  Sangat terbantu dengan solusi yang diberikan, sangat memuaskan!(Muksin Saleh, ST., MT - Fuel Conversion and Pollution Control Specialist, B2TE - BPPT)

BALITBANG

BALITBANG
Sistem monitoring yang disuplai oleh Alat Uji adalah yang tertinggi ratingnya sampai dengan saat ini dibandingkan sistem lain yang pernah kami miliki, Dengan sistem monitoring dari Alat Uji, Pengujian kami jadi lebih terkontrol karena ada visualisasi di sistemnya. (Gatot Sukmara - Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum)

 
 
Customer