• sales@alatuji.com

     

  • 021 8690 6777
    021 8690 6771
  • 0816 1740 8927
    0817 6700 726
  • Pin: 2856BC08
    New PIN : 5A357BF9
  • 0816 1740 8925
    0812 8006 9024
    0812 9595 7914
  • 0813 1066 1358
    0812 9595 7914

Prinsip Kerja Alat Pengukur Kecepatan Angin (Anemometer)

Minggu, 22 Oktober 2017

Kecepatan dan arah angin adalah salah satu faktor yang sangat dipertimbangkan dalam dunia penerbangan. Selain itu, ia juga berperan penting dalam proses budidaya dan kegiatan pertanian. Oleh karena itu, kecepatan angin sering dihitung atau diukur. Untuk mengukurnya, diperlukan suatu alat yang bernama anemometer. Seperti apa bentuk anemometer itu? Bagaimana mekanisme dan cara kerja dari alat pengukur kecepatan angin ini? Ketahui jawabannya dengan menyimak pembahasan berikut!

 

 

 

 

 

Alat Pengukur Kecepatan Angin

Sebelum membahas tentang apa itu anemometer perhatikanlah gambar di bawah ini! Gambar tersebut adalah gambar dari anemometer alias alat pengukur kecepatan angin yang bisa kita temukan di BMKG atau di sekitar bandar udara.

 

Sejarah dan Penemu Alat Pengukur Kecepatan Angin

Kata anemometer berasal dari bahasa Yunani yaitu “anemos” yang berarti angin dan “metre” yang berarti pengukur atau alat ukur. Anemometer adalah alat yang dirancang dan ditemukan oleh Leon Battista Alberti di tahun 1450. Anemometer selain berfungsi sebagai alat pengukur kecepatan angin juga dapat digunakan sebagai pengukur besarnya tekanan angin.

 

 

Prinsip dan Cara Kerja Anemometer

Saat ini, jenis anemometer yang paling banyak digunakan adalah jenis anemometer mangkok. Selain murah, anemometer mangkok cenderung lebih mudah digunakan dan lebih awet. Sebagai alat pengukur kecepatan angin, anemometer sebetulnya bekerja dengan prinsip yang sederhana. Kecepatan angin dihitung dengan cara mengukur jumlah putaran piringan dalam satuan waktu tertentu. untuk memahami prinsip kerja anemometer, berikut ini telah kami buat contoh perhitungan sederhana yang dapat Anda pahami.

 

Panjang atau keliling lintasan mangkok pada anemometer misalnya adalah 3 meter. Pada saat tertentu, hembusan angin membuat alat ini berputar sebanyak 20 kali dalam waktu 10 detik. Dari data ini, kita dapat mengetahui bahwa kecepatan angin pada saat itu adalah sekitar 6 meter per detik. Cara pengerjaannya adalah sebagai berikut :

 

Diketahui :
Panjang lintasan anemometer = 3 meter
Jumlah putaran = 20 kali
Waktu = 10 detik

Ditanya :
Kecepatan Angin = ...?

Jawaban :
Kecepatan angin = (Panjang lintasan x jumlah putaran) / waktu
= (3 meter x 20 kali) : 10 detik
= 60 meter : 10 detik = 6 meter/detik

 

Perlu diketahui bahwa pada ketinggian yang berbeda, kecepatan angin suatu tempat juga akan berbeda. Oleh karena itu, ketika berkunjung ke stasiun klimatologi, kita akan menemukan lebih dari satu anemometer yang dipasang pada tiang dengan tinggi berbeda, yaitu ketinggian 0,5 meter, 2 meter, dan 10 meter. Pemasangan tiang ini perlu memperhatikan daerah sekitarnya agar tidak ada penghalang angin seperti pohon atau gedung.

 

Nah, demikianlah pemaparan mengenai anemometer sebagai alat pengukur kecepatan angin. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita dalam dunia klimatologi. Dapatkan anemometer dengan harga bersaing dan garansi resmi, hanya di alatuji.com, karena hanya disini yang menjual segala tipe dan merek anemometer terbaik dan terlengkap.





NEWSLETTER

 
 

TESTIMONIALS

B2TKS

B2TKS
Sangat jarang perusahaan seperti ini di Indonesia!  Mereka terus-menerus mengikuti perkembangan inovasi engineering test & measurement, “nyambung” berdiskusi teknis dan berpengalaman, memiliki visi pengembangan teknologi pengukuran, pengujian, inspeksi dan monitoring.(Dr.-Ing. Ir. May Isnan - NDT Specialist B2TKS-BPPT)

Chevron

Chevron
Tim kerja Alat Uji dapat diandalkan. Sangat bagus dalam implementasi di lapangan. Secara umum kami puas dengan services nya!(Andre - HSE Chevron)

BPPT

BPPT
Saya baru sekali ini bertemu perusahaan engineering yang eksis seperti ini di Indonesia.  Sangat terbantu dengan solusi yang diberikan, sangat memuaskan!(Muksin Saleh, ST., MT - Fuel Conversion and Pollution Control Specialist, B2TE - BPPT)

BALITBANG

BALITBANG
Sistem monitoring yang disuplai oleh Alat Uji adalah yang tertinggi ratingnya sampai dengan saat ini dibandingkan sistem lain yang pernah kami miliki, Dengan sistem monitoring dari Alat Uji, Pengujian kami jadi lebih terkontrol karena ada visualisasi di sistemnya. (Gatot Sukmara - Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum)