• sales@alatuji.com

     

  • 021 8690 6777
    021 8690 6771
  • 0816 1740 8927
    0817 6700 726
  • Pin: 2856BC08
    New PIN : 5A357BF9
  • 0816 1740 8925
    0812 8006 9024
    0812 9595 7914

  • 0813 1066 1358

BPPT Lakukan Uji Kekuatan Struktur Jembatan Ampera

Jum'at, 18 Agustus 2017

Kebakaran yang terjadi di Jembatan Ampera, menyisakan pertanyaan di masyarakat setempat. Kobaran api yang sisi kiri dan kanan atas Jembatan Ampera membuat pagar jembatan memuai sehingga bentuknya tidak lurus lagi. Berbagai pertanyaan pun muncul, Apakah strukturnya masih layak setelah musibah itu, cara apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kelestarian ikon kota Palembang itu?

 

Untuk mengetahui kekuatan struktur yang ada sekarang, BPPT sebagai lembaga pemerintah yang mempunyai wewenang untuk memberikan rekomendasi penerapan teknologi & melaksanakan audit teknologi pun turut melakukan pengujian struktur Jembatan Ampera ini. Berbagai material akan diambil contohnya dan dibawa ke Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS) BPPT, untuk dilakukan beberapa pengujian.

 

Perlu dibandingkan antara kondisi awal dengan kondisi saat ini, sehingga bisa diketahui penurunan kekuatan struktur jembatan ini. Desain awal juga dibutuhkan untuk mengetahui kemampuan mendukung beban pada desain awal jembatan ini. -Setelah hal ini diketahui baru akan muncul beberapa opsi, ujar Sudarmadi, Kepala Subbidang Struktur Bangunan dan Peralatan Industri B2TKS yang juga merupakan Team Leader Assessment Struktur Jembatan Ampera Pasca Kebakaran.

 

Opsi pertama adalah harus dilakukan pembatasan beban yang melintasi jembatan ini. Opsi selanjutnya adalah apa akan dilakukan ‚penguatan‚ pada jembatan ini, karena setelah terjadi kebakaran terjadi penurunan kualitas material, dan supaya normal kembali, maka material yang terdegradasi itu harus diganti atau diperbaiki.

 

Uji Struktur Jembatan

 

Sampai saat ini tim sudah melakukan beberapa pengujian di bagian jembatan yang terbakar, untuk mengetahui kelayakan struktur jembatan ini. Pengujian pertama adalah uji ultrasonic beton, untuk mengetahui kualitas beton saat ini. Uji selanjutnya adalah Schmidt Hammer Test, untuk memprediksi kekuatan beton permukaan. Kemudian dilakukan Hardness test untuk mengetahui kekuatan baja di tumpuan.

 

Setelah itu dilakukan Core drill untuk mengambil sample silinder beton untuk dilakukan uji beton di B2TKS BPPT. Core drill ini akan menghasilkan hasil tes yang aktual mengenai kekuatan beton. Terakhir adalah mengambil sample baja tulangan untuk dilakukan uji tarik, untuk mengetahui kekuatan baja tulangan.

 

Setelah semua tahapan itu dilakukan, kegiatan serupa akan dilakukan pada bagian jembatan yang tidak terkena kebakaran kemarin. Setelah itu baru bisa diketahui kualitas kekuatan jembatan yang sesungguhnya. Baru kita bisa memunculkan rekomendasi untuk perbaikan jembatan ini.





NEWSLETTER

 
 

TESTIMONIALS

B2TKS

B2TKS
Sangat jarang perusahaan seperti ini di Indonesia!  Mereka terus-menerus mengikuti perkembangan inovasi engineering test & measurement, “nyambung” berdiskusi teknis dan berpengalaman, memiliki visi pengembangan teknologi pengukuran, pengujian, inspeksi dan monitoring.(Dr.-Ing. Ir. May Isnan - NDT Specialist B2TKS-BPPT)

Chevron

Chevron
Tim kerja Alat Uji dapat diandalkan. Sangat bagus dalam implementasi di lapangan. Secara umum kami puas dengan services nya!(Andre - HSE Chevron)

BPPT

BPPT
Saya baru sekali ini bertemu perusahaan engineering yang eksis seperti ini di Indonesia.  Sangat terbantu dengan solusi yang diberikan, sangat memuaskan!(Muksin Saleh, ST., MT - Fuel Conversion and Pollution Control Specialist, B2TE - BPPT)

BALITBANG

BALITBANG
Sistem monitoring yang disuplai oleh Alat Uji adalah yang tertinggi ratingnya sampai dengan saat ini dibandingkan sistem lain yang pernah kami miliki, Dengan sistem monitoring dari Alat Uji, Pengujian kami jadi lebih terkontrol karena ada visualisasi di sistemnya. (Gatot Sukmara - Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum)