• sales@alatuji.com

     

  • 021 8690 6777
    021 8690 6771
  • 0816 1740 8927
    0817 6700 726
  • Pin: 2856BC08
    New PIN : 5A357BF9
  • 0816 1740 8925
    0812 8006 9024
    0812 9595 7914
  • 0813 1066 1358
    0812 9595 7914

Ultrasonic Flaw detector Sebagai Alat Pendeteksi Kecacatan

Sabtu, 25 November 2017

Pendeteksi kecacatan dalam suatu material adalah teknik yang paling umum digunakan diantara semua aplikasi pengujian industri ultrasonik. Umumnya frekuensi tinggi gelombang elektronik yang dilihat dari kelemahan dan menghasilkan pola gema yang jelas. Seperti halnya mengevaluasi suatu materi dan memberikan hasil mengenai kedalaman, letak, besar dan kecacatan suatu material.

 

Portabel instrumen merekam dan menampilkan pola-pola gema. Pengujian ultrasonik adalah metode pengujian yang aman dan banyak digunakan dalam berbagai industri jasa dan proses produksi, terutama dalam aplikasi dimana pengelasan dan logam struktural digunakan. Gelombang ultrasonic sangat sangat banyak digunakan untuk melakukan pengujian yang salah satunya menguji kecacatan pada suatu material.

 

 Teori Fundamental

Gelombang suara adalah getaran mekanis yang melewati media seperti cairan, benda padat atau gas. Gelombang ini melewati medium dengan kecepatan tertentu dalam arah yang diharapkan. Ketika gelombang ini bertabrakan dengan batas yang memiliki media yang berbeda, mereka akan dikirim kembali. Ini adalah prinsip kerja Ultrasonik Flaw detection.

 

Frekuensi, Velocity dan panjang gelombang
Sebagian besar ultrasonic flaw detector menggunakan frekuensi antara 500 KHz dan 10 MHz per detik. Pada frekuensi dengan kisaran megahertz, perjalan energi suara dengan mudah melalui bahan yang paling umum dan cairan, tetapi tidak efisien melalui udara atau gas yang serupa. Selain itu, gelombang suara dari berbagai jenis bergerak pada tingkat yang berbeda dari kecepatan.

 

 

Selain itu, panjang gelombang mengacu pada jarak antara dua titik berikutnya dalam siklus gelombang saat melewati medium. Hal ini terkait dengan kecepatan dan frekuensi. Dalam ultrasonic flaw detector dan ultrasonic thickness gaging batas minimun deteksi adalah satu setengah panjang gelombang dan ketebalan terukur minimum adalah masing-masing satu panjang gelombang.

 

Mode Perbanyakan
Dalam zat padat, gelombang suara dapat hadir dalam berbagai mode perambatan yang ditandai dengan jenis gerakan yang terlibat. Mode yang umum digunakan dalam deteksi cacat ultrasonik adalah gelombang geser dan gelombang longitudinal.

 

Variabel Limit Sound Transmission
Bila dibandingkan dengan material lunak, heterogen atau butiran, bahan keras dan homogen dapat memantulkan gelombang suara yang lebih efisien. Tiga faktor, seperti sinar penyebaran, redaman dan hamburan, mengontrol jarak gelombang suara akan melewati media tertentu.

 

Ultrasonic transduser
Sebuah transduser adalah alat yang mampu mengubah energi dari satu keadaan ke keadaan lain. Transduser ultrasonik dapat mengubah energi listrik menjadi energi suara dan sebaliknya.

 

Batas Refleksi
Jumlah koefisien refleksi atau energi yang dipantulkan dikaitkan dengan hambatan akustik relatif dari kedua bahan. Dalam aplikasi deteksi cacat ultrasonik, batas logam dan udara yang biasa terlihat, dimana koefisien refleksi mencapai 100%. Ini adalah prinsip dasar yang terlibat dalam deteksi cacat ultrasonik.

 

 

Sudut Refleksi dan Refraksi
Pada frekuensi ultrasonik, energi suara sangat terarah dan balok suara yang digunakan untuk deteksi cacat didefinisikan dengan jelas. Sesuai Hukum Snell tentang pembiasan, transmisi energi suara dari satu material ke yang lain akan berbelok. Sebuah sinar yang bepergian lurus akan melakukan perjalanan ke arah lurus; Namun, sinar yang menghantam batas pada sudut akan berbelok.

 

Dalam aplikasi flaw detector, lima jenis transduser ultrasonik biasanya digunakan, yaitu termasuk transduser kontak, transduser perendaman, transduser delay line, transduser sudut balok, dan transduser elemen ganda.





NEWSLETTER

 
 

TESTIMONIALS

B2TKS

B2TKS
Sangat jarang perusahaan seperti ini di Indonesia!  Mereka terus-menerus mengikuti perkembangan inovasi engineering test & measurement, “nyambung” berdiskusi teknis dan berpengalaman, memiliki visi pengembangan teknologi pengukuran, pengujian, inspeksi dan monitoring.(Dr.-Ing. Ir. May Isnan - NDT Specialist B2TKS-BPPT)

Chevron

Chevron
Tim kerja Alat Uji dapat diandalkan. Sangat bagus dalam implementasi di lapangan. Secara umum kami puas dengan services nya!(Andre - HSE Chevron)

BPPT

BPPT
Saya baru sekali ini bertemu perusahaan engineering yang eksis seperti ini di Indonesia.  Sangat terbantu dengan solusi yang diberikan, sangat memuaskan!(Muksin Saleh, ST., MT - Fuel Conversion and Pollution Control Specialist, B2TE - BPPT)

BALITBANG

BALITBANG
Sistem monitoring yang disuplai oleh Alat Uji adalah yang tertinggi ratingnya sampai dengan saat ini dibandingkan sistem lain yang pernah kami miliki, Dengan sistem monitoring dari Alat Uji, Pengujian kami jadi lebih terkontrol karena ada visualisasi di sistemnya. (Gatot Sukmara - Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum)