• sales@alatuji.com

     

  • 021 8690 6777
    021 8690 6770
  • 0816 1740 8927
    0812 1470 6170
    0888 6129 511
  • 0816 1740 8925
    0812 8006 9024
    0812 9595 7914
    0878 7867 0721
  • 0813 1066 1358
    0852 1117 4591
    0813 8742 8586

285 Water Logger Awasi Gambut Di Tujuh Provinsi

Sabtu, 18 Agustus 2018

Restorasi hidrologis menjadi salah satu cara yang harus dilakukan untuk mengembalikan fungsi lahan gambut yang rusak. Karena, tanpa itu tidak mungkin revegetasi di gambut yang rusak dan belum juga basah akan berhasil.

 

Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut (BRG) telah dijelaskan tentang tugas mengoordinasikan dan memfasilitasi restorasi gambut di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua.

 

Perpres memang menyebut tentang rencana dan pelaksanaan restorasi ekosistem gambut dalam jangka waktu lima tahun sejak 2016 untuk kawasan kurang lebih dua juta hektare. Namun BRG menetapkan total luasan yang harus direstorasi mencapai 2.492.527 hektare (ha).

 

Upaya pembasahan gambut telah dilaksanakan dengan membangun hingga 15.000 infrastruktur sekat kanal (canal blocking) hingga akhir 2016. Angka ini sudah pasti akan bertambah mengingat target restorasi 2017 yang mencapai 400.000 ha ditambah pula dengan sisa target restorasi 2016 yang belum tergarap.

 

Dengan area lahan gambut yang direstorasi begitu luas tentu diperlukan cara yang praktis untuk mengetahui efektivitas pembasahan melalui sekat kanal yang telah terbangun. Alat pemantauan muka air (water logger telemetri) menjadi teknologi yang dipilih BRG untuk mengetahui level permukaan air di tanah gambut nyaris secara real time.

 

"Setelah pemetaan, perencanaan, pelibatan masyarakat (dalam pelaksanaan tahapan restorasi) tentu monitoring juga penting dilakukan. Karena bagaimana pun pasti ada faktor alam dan sosial yang bisa jadi bermasalahan," kata Kepala BRG Nazir Foead.

 

Ada 285 water logger yang dicadangkan untuk memantau muka air di lahan gambut di tujuh provinsi. Sebanyak 200 unit, menurut Nazir, merupakan Morpalaga buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan 85 "Sensory Data Transmission Service Assisted by Midori Engineering" (Sesame) merupakan hibah dari JICA.

 

Saat ini, sudah ada 20 water logger terpasang untuk uji coba mengukur muka air di lahan gambut, 12 di antaranya merupakan Sesame buatan Jepang, sedangkan delapan lainnya merupakan Morpalaga buatan BPPT.

 

Sebanyak 10 unit water level terbagi dari empat unit terpasang di dua Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) di Palangkaraya, dua unit terpasang di satu KHG Kabupaten Kepulauan Meranti, dua unit terpasang di dua KHG di Kabupaten Musi Banyuasin dan dua unit lainnya di dua KHG di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

 

Penentuan titik pemasangan water logger tersebut, menurut Nazir, mengacu ke kriteria yang ditetapkan di Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) P.15/2017 tentang Tata Cara Pengukuran Muka Air Tanah di Titik Penaatan Ekosistem Gambut.

 

"Dan sekarang sedang kita hitung jarak titik-titik water logger-nya. Tapi kita lakukan cara hibrid juga nantinya dengan mengombinasikan water logger telemetri dengan yang konvensional, terutama untuk lokasi yang tidak memperoleh jaringan provider telekomunikasi," ujar dia.

 

Sebelumnya Nazir mengatakan akan berkordinasi lebih lanjut dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara untuk mencari teknologi telekomunikasi yang mungkin dapat dimanfaatkan selain mengunakan signal dari penyedia jaringan untuk menjangkau lokasi lebih luas.

 

 

Kerja Water Logger

 

Alat pemantau air di lahan gambut berbasis sensor dari Jepang yang digunakan dapat mengumpulkan data secara real time setiap 10 menit, dan akan dikirimkan setiap satu jam sekali langsung ke server yang berada di Midori Engineering Laboratory Hokkaido, sebelum ditransfer kembali ke Indonesia.

 

Namun sekarang, dengan Morpalaga yang dikembangkan BPPT dan pengelolaan data dengan server sendiri juga sudah dapat dilakukan di Indonesia yang dipusatkan di Puspiptek Serpong, informasi level muka air di lahan gambut bisa terpantau langsung secara mandiri.

 

Ahli gambut Universitas Palangkaraya Aswin Usup mengatakan, pada Sesame dan Morpalaga yang diuji coba bersamaan dan dipasang di Palangkaraya dilengkapi dengan tujuh jenis sensor yang di antaranya bertujuan untuk mengetahui kelembapan, temperatur udara, level muka air gambut dan curah hujan.

 

Alat sensor, ia mengatakan, dipasang menjulur ke dalam lahan gambut dan terhubung ke data logger yang juga terhubung dengan panel surya dan baterai untuk energi operasi alat ini yang mampu bertahan hingga tujuh hari. Selain itu dalam boks pemantau yang di dalamnya juga terdapat pula "SIM card" dari penyedia jaringan telekomunikasi untuk mengirimkan secara real time data yang telah terkumpul dari data logger.

 

Sebelumnya, menurut CEO Head Director Midori Engineering Laboratory Co Ltd Yukihisa Shigenaga, frekuensi pengumpulan data dari sensor ke data logger dapat diset untuk setiap 10 menit sekali atau lebih lama lagi, dan informasi pada data loggerjuga dapat diset untuk dikirimkan ke server setiap satu jam sekali atau lebih sesuai dengan kebutuhan.

 

Uji coba keandalan kinerja water logger ini, menurut Nazir, idealnya dilakukan dalam dua musim kemarau atau minimal satu tahun. Nantinya alat-alat yang digunakan untuk memantau tingkat keberhasilan pembasahan lahan gambut ini sekaligus menjadi sistem peringatan dini untuk mendeteksi level muka air gambut yang lebih dari minus 40 centimeter (cm) dari permukaan lahan untuk pencegahan kebakaran lahan gambut.

 

"Jika air terdeteksi lebih dari minus 40 cm berarti rawan terbakar, pembasahan harus segera dilakukan agar tidak terbakar, bisa mengandalkan air dari embung yang sudah dibangun atau dari sumur bor," katanya.

 

Teknologi ini akan dipasang di lahan masyarakat, kawasan lindung, hingga konsesi perusahaan, dan pengaturan peletakannya disesuaikan dengan Permen LHK. "Penentuan titiknya perlu mengacu ke kriteria yang ditetapkan di Permen LHK, dan sedang kita hitung sesuai Permen LHK titik-titik pasang alatnya," katanya.

 

Baik data water logger yang dipasang di lahan masyarakat maupun konsesi rencananya akan dikumpulkan ke server BPPT di Puspiptek Serpong dan dapat terpantau melalui website atau aplikasi. Dari sini kesuksesan atau tidak pembasahan, pemantauan tinggi level muka air gambut sebagai bentuk sistem peringatan dini terjadinya kebakaran lahan, sekaligus kepatuhan perusahaan menjaga tinggi level muka air gambut sesuai kebijakan Pemerintah dapat terlihat.

 

Untuk memantau level muka air lahan gambut di area konsesi maka perusahaan juga diwajibkan memasang alat pemantau ketinggian air ini. Data dari alat pantau air mereka nanti rencananya juga akan disambungkan ke server yang ada di BPPT. Sehingga dari sana restorasi gambut oleh perusahaan yang totalnya mencapai sekitar 1,4 juta ha juga dapat terpantau.

 

Tidak hanya dengan water logger telemetri, teknologi pengukuran muka air lahan gambut nyaris secara real time ini, menurut Nazir, rencananya juga akan disandingkan dengan citra satelit yang mendeteksi kelembapan tanah di lahan gambut. Meski tidak bisa menunjukkan detil hingga level muka air gambut namun bisa mendeteksi kondisi kering atau basah suatu lahan.

Sumber : antaranews.com

 

 

Alatuji merupakan distributor HOBO tunggal satu-satunya di Indonesia yang menjual berbagai alat pengujian termasuk pengujian lahan gambut yang menggunakan HOBO water level data logger.

 

KUNJUNGI KAMI DI

 

Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit – Jakarta 13440
Telp. +62-21 8690 6777 | Fax. 021 8690 6770
Phone.0816 1740 8925 | 0812 8006 9024 | 0812 9595 7914
Whatsapp. 0813 1066 1358 | 0812 9595 7914
Bantuan cepat via email : sales@alatuji.com
Website : www.alatuji.com





NEWSLETTER

 

TESTIMONIALS

B2TKS

B2TKS
Sangat jarang perusahaan seperti ini di Indonesia!  Mereka terus-menerus mengikuti perkembangan inovasi engineering test & measurement, “nyambung” berdiskusi teknis dan berpengalaman, memiliki visi pengembangan teknologi pengukuran, pengujian, inspeksi dan monitoring.(Dr.-Ing. Ir. May Isnan - NDT Specialist B2TKS-BPPT)

Chevron

Chevron
Tim kerja Alat Uji dapat diandalkan. Sangat bagus dalam implementasi di lapangan. Secara umum kami puas dengan services nya!(Andre - HSE Chevron)

BPPT

BPPT
Saya baru sekali ini bertemu perusahaan engineering yang eksis seperti ini di Indonesia.  Sangat terbantu dengan solusi yang diberikan, sangat memuaskan!(Muksin Saleh, ST., MT - Fuel Conversion and Pollution Control Specialist, B2TE - BPPT)

BALITBANG

BALITBANG
Sistem monitoring yang disuplai oleh Alat Uji adalah yang tertinggi ratingnya sampai dengan saat ini dibandingkan sistem lain yang pernah kami miliki, Dengan sistem monitoring dari Alat Uji, Pengujian kami jadi lebih terkontrol karena ada visualisasi di sistemnya. (Gatot Sukmara - Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum)