• sales@alatuji.com

     

  • 021 8690 6777
    021 8690 6770
  • 0816 1740 8927
    0812 1470 6170
    0888 6129 511
  • 0816 1740 8925
    0812 8006 9024
    0812 9595 7914
    0878 7867 0721
  • 0813 1066 1358
    0852 1117 4591
    0813 8742 8586

Curah Hujan Yang Tinggi, Sebagian Wilayah Jatim Digenangi Air

Kamis, 21 Juni 2018

Banjir menggenangi sebagian wilayah jatim yang diakibatkan tingginya curah hujan dalam beberapa terakhir ini. Bojonegoro, Gresik, Tuban, Lamongan, Madiun, Pasuruan dan sebagian wilayah lain dikabarkan air masih menggenangi sebagian pemukiman warga hingga hari minggu(25/2).

 

Sejumlah wilayah dikota Madiun juga dilanda banjir akibat luapan sungai Bengawan Madiun dan buruknya saluran setelah hujan deras yang mengguyur selama berjam-jam di kawasan itu hingga minggu dini hari.

 

Data BPBD Kota Madiun mencatat sejumlah wilayah yang dilanda banjir tersebut antara lain Kelurahan Tawangrejo, Rejomulyo, Sukosari, Oro-Oro Ombo, Klegen, Manguharjo, Nambangan Kidul, Nambangan Lor, dan Taman.

 

Air menggenangi ruas-ruas jalan permukiman masyarakat di sejumlah RT di kelurahan tersebut. Bahkan di sejumlah titik, air masuk ke tempat tinggal warga. Ketinggian air berkisar pada 30 cm hingga 1 meter.

 

Pihak BPBD Kota Madiun telah lakukan peninjauan ke lokasi dan juga melakukanpendataan ke warga yang terdampak. Hingga Sabtu pukul 22.30, air yang sempat masuk ke dalam tempat tinggal warga berangsur surut, tetapi genangan tetap terjadi di sejumlah ruas jalan hingga Minggu (25/2).

 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Agus Hariono memprediksi air akan semakin surut seiring berkurangnya debit air di sungai. “Banjir atau genangan yang terjadi disebabkan sebab air itu antre masuk ke Bengawan Madiun,” ungkap Agus Hariono kepada wartawan.

 

Meski demikian, BPBD setempat tetap lakukan pemantauan fungsi mengantisipasi sungai yang meluap. Pemantauan intensif tetap dilakukan sebab curah hujan tetap lumayan tinggi selama sebagian hari ke depan. Pematauan intensif dilakukan terhadap debit air Kali Sono dan Kali Piring sebagai anak sungai Bengawan Madiun yang kerap meluap.

 

Agus menambahkan, untuk mengurangi debit air dan genangan, pihak BPBD telah menyiagakan mesin pompa air untuk menyedot air sungai yang meluap dan menggenang di sejumlah lokasi.

 

Di Gresik, luapan air sungai Bengawan Solo berdampak menggenangi tempat tinggal warga di sebagian desa di dua kecamatan di Kabupaten Gresik. Beberapa desa di Kecamatan Dukun dan Bungah yang berdekatan dengan aliran sungai Bengawan Solo terdampak banjir.

 

Faid Walhakim seorang warga Dukun, Gresik melaporkan, banjir luapan sungai Bengawan Solo menggenangi sebagian tempat tinggal warga di Desa Jrebeng, Desa Baron dan Desa Madumulyorejo.

 

“Banjir menggenangi sebagian tempat tinggal yang berada di selatan tanggul Bengawan Solo. Tanggul ini kan membentang terasa berasal dari Kecamatan Dukun hingga paling akhir di Desa Madumulyorejo,” katanya, Minggu (25/2).

 

Menurut Faid, banjir tahunan ini selamanya menyapa warga yang tinggal berdekatan dengan sungai Bengawan Solo. Menurutnya, pemerintah belum tuntas lakukan relokasi sebagian warga yang tinggal di selatan tanggul.

 

“Di selatannya tanggul itu tetap banyak tempat tinggal yang belum terelokasi. Pembebasan lahan atau relokasi hanya sebagian, sedang yang berada di selatan tanggul tetap banyak rumah,” katanya.

 

Menurut Faid, tempat tinggal warga yang terendam banjir ini rata-rata berada di bantaran sungai Bengawan Solo. Kebanyakan mempunyai jarak 30 mtr. berasal dari bibir Bengawan Solo.

 

Abu Hasan Kepala BPBD Kabupaten Gresik membetulkan kalau luapan sungai Bengawan Solo berdampak terhadap warga yang tinggal di kawasan itu. “Dampak luapan Kali Lamong di seputaran Balongpanggang, Benjeng, Cerme udah aman. Sekarang luberan Bengawan Solo yang ada di sebagian di Kecamatan Dukun dan Bungah utamanya yang di bantaran Bengawan Solo seperti Desa Tiremenggal, Bangeran dan Madumulyorejo,” katanya.

 

Sementara itu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro menunjukkan ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro terasa surut masuk siaga I-hijau dengan ketinggian 13,95 meter, Minggu (25/2) pukul 09.00.

 

“Air Bengawan Solo di Bojonegoro berangsur-angsur surut, tetapi di Bengawan Madiun, Ndungus Ngawi, lagi naik masuk siaga I-hijau,” kata Budi Indro, Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro.

 

Kendati permukaan air di Sungai Bengawan Solo terasa surut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, tetap memberlakukan standing siaga banjir terhadap sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

 

“Meskipun ketinggian air di Taman Bengawan Solo (TBS) Bojonegoro terasa menurun, akan tetapi kewaspadaan selamanya dilakukan, sebab curah hujan selama Februari tetap tinggi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo.

 

Bahkan, menurut dia, curah hujan selama Februari, hingga Maret, tetap tinggi. Hal berikut berpotensi mengakibatkan banjir luapan Sungai Bengawan Solo, banjir bandang dan tanah longsor.

 

Menurut dia, surutnya air Bengawan Solo di daerahnya, disebabkan ketinggian air Bengawan Solo di Jurug, Solo, Jawa Tengah dan Ngawi, waktu ini udah berangsur-angsur surut.

 

“Sepanjang tidak ada tambahan hujan lokal dan Bengawan Solo di hulu airnya tidak naik lagi, air di hilir Jawa Timur akan tetap surut,” ucapnya.

 

Selain itu, ia menilai kewaspadaan perlu dilakukan menyusul prediksi BMKG Kelas I Juanda, Surabaya yang menunjukkan hujan sedang- lebat tetap berpotensi mengguyur di kawasan eks Keresidenan Bojonegoro, termasuk Tuban, situasi ini diperkirakan akan terjadi hingga pukul 16.00.

 

“Dengan demikian, dimungkinkan ketinggian Bengawan Solo bisa naik lagi. Yang penting, warga di tepian Bengawan Solo selamanya berhati-hati dengan acaman banjir,” kata dia.

 

Banjir memang sudah menggenangi sebagian wilayah di Indonesia. Musim hujan kali ini rupanya membawa curah hujan yang tinggi khususnya di wilayah Indonesia. Namun, Siapa sangka jika curah hujan pun dapat diukur, Alat uji merupakan distributor tunggal resmi di Indonesia yang menjual berbagai alat pengujian seperti alat pengukur curah huja dan juga suhu yaitu Weather Station

 

 

KUNJUNGI KAMI DI

 

Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit – Jakarta 13440
Telp. +62-21 8690 6777 | Fax. 021 8690 6770
Phone.0816 1740 8925 | 0812 8006 9024 | 0812 9595 7914
Whatsapp. 0813 1066 1358 | 0812 9595 7914
Bantuan cepat via email : sales@alatuji.com
Website : www.alatuji.com

 




Produk Terkait dengan artikel Curah Hujan Yang Tinggi, Sebagian Wilayah Jatim Digenangi Air


 


NEWSLETTER

 
 

TESTIMONIALS

B2TKS

B2TKS
Sangat jarang perusahaan seperti ini di Indonesia!  Mereka terus-menerus mengikuti perkembangan inovasi engineering test & measurement, “nyambung” berdiskusi teknis dan berpengalaman, memiliki visi pengembangan teknologi pengukuran, pengujian, inspeksi dan monitoring.(Dr.-Ing. Ir. May Isnan - NDT Specialist B2TKS-BPPT)

Chevron

Chevron
Tim kerja Alat Uji dapat diandalkan. Sangat bagus dalam implementasi di lapangan. Secara umum kami puas dengan services nya!(Andre - HSE Chevron)

BPPT

BPPT
Saya baru sekali ini bertemu perusahaan engineering yang eksis seperti ini di Indonesia.  Sangat terbantu dengan solusi yang diberikan, sangat memuaskan!(Muksin Saleh, ST., MT - Fuel Conversion and Pollution Control Specialist, B2TE - BPPT)

BALITBANG

BALITBANG
Sistem monitoring yang disuplai oleh Alat Uji adalah yang tertinggi ratingnya sampai dengan saat ini dibandingkan sistem lain yang pernah kami miliki, Dengan sistem monitoring dari Alat Uji, Pengujian kami jadi lebih terkontrol karena ada visualisasi di sistemnya. (Gatot Sukmara - Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum)