• Local Phone

    021 8690 6777

    021 8690 6771

    021 9529 3259

  • GSM Celuller

    0816 1740 8927

    0812 8006 9024

    0817 6700 726

  • Customer Care

    0815 1777 2387

  • Email

    sales@alatuji.com

    BlackBerry Pin: 2856BC08

     

  • Sales

 

SERVICE & SUPPORT

 

TESTIMONIALS

 
Customer
 
 
 
WDW Series
Rubber Testing
Universal Testing Machine
Xbanner 3
Xbanner 2
Xbanner 1
Banner Dealer2
Home>>  Article>>  Cuaca Buruk, Kapal Berlayar Sore Hari

Cuaca Buruk, Kapal Berlayar Sore Hari

12 November 2012 04:27


Akibat cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) tidak mengizinkan kapal penyeberangan danau berlayar diatas pukul 14:30 WIB. Hal ini dilakukan untuk mempermudah monitoring apabila terjadi gangguan cuaca yang mengancam keselamatan penumpang danau.


Monitoring cuaca tersebut dapat dilakukan dengan instrumen weather station yang telah dipercaya berbagai instansi pemerintah maupun swasta untuk mendapatkan data tentang berbagai komponen cuaca. Komponen cuaca yang biasa dimonitoring oleh weather station antara lain angin, curah hujan, kelmbaban dan komponen cuaca lainnya.


Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tobasa Espon Simanjuntak mengatakan, hal tersebut diberlakukan untuk kapal penyeberangan yang berangan dan bertujuan di Pelabuhan Balige.

Sementara untuk pelabuhan penyeberangan di Ajibata masih dibebaskan. “Sebab sistem keselamatan dan pengawasan di pelabuhan Ajibata masih lebih baik. Selain itu aktifitas di Pelabuhan Ajibata juga jauh lebih padat.


Sehingga jika terjadi ancaman akibat cuaca buruk pertolongan masih dapat dilakukan secepat mungkin,” katanya, kemarin. Espon menuturkan pemberlakuan tersebut hanya untuk memudahkan Dishub Tobasa dalam pengawasan keselamatan kapal penyeberangan. Sebab kondisi cuaca yang setiap saat berubah membuat pengguna penyeberangan danau harus ekstra hati-hati. Terlebih untuk kondisi angin yang setiap saat bias berhembus dengan kencang.


“Kami hanya tidak ingin mengambil resiko, sebab yang dibawa kapal penyeberangan kita adalah manusia. Jadi keselamatan merupakan hal yang prioritas yang harus kami utamakan,” jelasnya.


Seorang pengguna kapal penyeberangan di Tobasa, Rosmaida Nainggolan mengatakan, pemberlakukan berlayar di sore hari memang menyulitkan mereka. Sebab aktifitas perekonomian warga di Nainggolan, Samosir sangat di pengaruhi aktifitas kapal untuk tujuan Balige. Bahkan, beberapa kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan perdagangan lainnya di dapat dari pasar yang ada di Balige.


Sumber : seputarindonesia.com