• sales@alatuji.com

     

  • 021 8690 6777
    021 8690 6770
  • 0812 9595 7914 (Mr. Parmin)

Dalam Setahun, Tiga Sekolah di Jaktim Ambruk

Selasa, 9 Juni 2026

Kasus ambruknya atap bangunan sekolah dasar di wilayah Jakarta Timur (Jaktim) boleh jadi tergolong peristiwa luar biasa. Di wilayah ini dalam kurun waktu hampir satu tahun, tercatat ada tiga sekolah yang atapnya ambruk saat rehabilitasi berat tengah berjalan atau hampir rampung.


Parahnya lagi, dari setiap kasus ambruknya atap sekolah, tak satu pun ada kontraktor atau instansi terkait yang diberikan sanksi. Hasil investigasi terkait penyebab pasti ambruknya atap sekolah yang ambruk pun tidak pernah disampaikan ke publik.


Inspektorat DKI Jakarta yang memiliki wewenang untuk mengawasi penyelenggaraan anggaran pembangunan sarana pendidikan tidak pernah transparan soal hasil pemeriksaan mereka. Pihak kepolisian yang berkewajiban untuk melakukan investigasi lapangan terkait penyebab ambruknya atap sekolah juga hingga kini belum ketahuan apa sesungguhnya hasil temuan mereka.


Berdasarkan catatan yang dimiliki SH, pada 2012 kasus ambruknya atap sekolah pertama terjadi di SDN 20 Cipinang Besar Selatan (CBS), Kecamatan Jatinegara yang ambruk pada 5 Juni. Kemudian pada 6 November lalu, SDN 03 Rawamangun, Pulogadung, ambruk saat pemasangan atap baru rampung.


Peristiwa yang sama terjadi pada SDN 02 Cijantung yang juga ambruk pada 20 November. Ketiga peristiwa ini memang tidak memakan korban siswa karena ketiganya memang sedang dalam masa rehab dan siswanya tengah dipindahkan ke lokasi lain.


Diungkapkan Febri, tidak adanya sanksi kepada kontraktor yang terbukti lalai dalam kasus ambruknya atap sekolah bisa jadi menunjukkan adanya dugaan permainan antara kontraktor di lapangan dengan pihak suku dinas maupun dinas terkait.


Febri berpendapat, jika investigasi lapangan tidak dilakukan dan tidak ada sanksi bagi kontraktor yang terlibat, bukan tidak mungkin kualitas fisik bangunan sarana pendidikan di Jakarta akan terus memburuk.


Menurutnya, selama tidak ada sanksi tegas dan investigasi lapangan sehingga hal itu akan menjadi preseden buruk bagi kontraktor. Mereka akan menganggap bahwa pembangunan sarana sekolah tidak memerlukan standar keamanan yang tinggi. "Mereka akan berpikir kalaupun bangunannya rusak atau roboh, toh tidak ada sanksi apa-apa. Ini bisa bahaya," ucapnya.


Kualitas fisik bangunan meliputi bahan bangunan yang dipakai seperti baja, logam dan bahan lainnya dapat harus melewati pengujian dengan instrumen Hardness Tester seperti Brinell Hardness Tester. Bangunan baru yang akan dibuat memerlukan baja, logam dan bahan yang lainnya yang melewati pengujian kekerasan Brinell Hardness Tester untuk mengetahui standar bahan bangunan layak dipakai atau tidak.


Karena itu Febri berharap semua kasus ambruknya atap sekolah yang terjadi beberapa waktu lalu diperiksa dan dicari tahu penyebabnya. Kontraktor yang terlibat juga harus diberikan sanksi jika memang ada ditemukan pelanggaran.



Sumber : http://shnews.co/detile-11395-setahun-tiga-sekolah-di-jaktim-ambruk.html





NEWSLETTER

 

TESTIMONIALS

B2TKS

B2TKS
Sangat jarang perusahaan seperti ini di Indonesia!  Mereka terus-menerus mengikuti perkembangan inovasi engineering test & measurement, “nyambung” berdiskusi teknis dan berpengalaman, memiliki visi pengembangan teknologi pengukuran, pengujian, inspeksi dan monitoring.(Dr.-Ing. Ir. May Isnan - NDT Specialist B2TKS-BPPT)

Chevron

Chevron
Tim kerja Alat Uji dapat diandalkan. Sangat bagus dalam implementasi di lapangan. Secara umum kami puas dengan services nya!(Andre - HSE Chevron)

BPPT

BPPT
Saya baru sekali ini bertemu perusahaan engineering yang eksis seperti ini di Indonesia.  Sangat terbantu dengan solusi yang diberikan, sangat memuaskan!(Muksin Saleh, ST., MT - Fuel Conversion and Pollution Control Specialist, B2TE - BPPT)

BALITBANG

BALITBANG
Sistem monitoring yang disuplai oleh Alat Uji adalah yang tertinggi ratingnya sampai dengan saat ini dibandingkan sistem lain yang pernah kami miliki, Dengan sistem monitoring dari Alat Uji, Pengujian kami jadi lebih terkontrol karena ada visualisasi di sistemnya. (Gatot Sukmara - Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum)

 
Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji