Home | Product | Service | News Event | Article | Consultation | FAQ


Dua Cara Kerja Moisture Meter
Rabu, 26 Juni 2019

Untuk memudahkan pekerjaan manusia, sering dimunculkannya alat-alat atau mesin canggih yang pastinya agar pekerjaan terasa ringan dan membantu sesuatu yang tidak bisa dilakukan untuk manusia. Misalnya alat ukur, sebuah pengukuran detail dan teliti terkadang harus membutuhkan alat alat khusus dikarenakan manusia tidak bisa mengerjakannya sendiri. sebelum kita bahas. mari kita mengenal arti alat ukur.

 

Alat ukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda atau kejadian tersebut. Seluruh alat pengukur dapat terkena kesalahan peralatan yang bervariasi. dengan bantuan alat ukur, kita jadi bisa mengetahui kondisi, ukuran, berat, dan juga banyak spesifikasi secara detail. banyak alat pengukur yang sudah dimunculkan dalam bidan industri, salah satunya adalah alat untuk mengukur jumlah zat air atau biasa dikenal dengan Moisture Meter.

 

 

 

Moisture Meter

 

Moisture meter digunakan untuk mengukur persentase air dalam suatu zat tertentu. Informasi ini dapat digunakan untuk menentukan apakah bahan siap digunakan, tiba-tiba basah atau kering, atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. selain berfungsi untuk mengukur kadar air, moisture meter juga berfungsi sebagai pengukur kekeringan suatu bahan atau benda.  Moisture meter banyak juga disebut dengan tester kadar air. Moisture juga dapat menghitung kelembaban dalam segala kondisi, baik terhampar, maupun dalam keadaan tersimpan disuatu temapt tertentu.

 

Dari hasil pengukuran tersebut, maka akan diketahui apakah bahan tersebut sudah siap untuk dipakai atau masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Alat ini sangat berguna untuk bidang pertanian, diantaranya untuk mengukur kandungan air yang terdapat pada Jagung, Kopi, Kakao, Beras, Padi, Coklat, Biji Bijian lainnya, atau kayu, tepung, bubuk, gula merah, Tembakau, Cengkeh, Tanah dll.

 

setiap alat ukur memiliki cara kerja sendiri, seperti halnya cara kerja pada alat moisture meter. moisture meter memiliki 2 cara kerja yang diantaranya adalah :

 

Termogravimetri

 

Cara ini dilakukan dengan beberapa tahap yakni penimbangan, pengovenan, dan pendinginan hingga diperoleh berat yang konstan.Nilai dari kandungan air yang ditentukan dapat dilihat dari selisih berat sebelum pemanasan dan sesudahnya.


Konduktometri

Cara inilah yang dilakukan oleh alat Moisture Meter, yaitu dengan cara elektrik. Teknik pengukuran konduktometri didasarkan pada konduktivitas dan hantaran listrik. Kadar air akan berbanding linear terhadap kapasitas listrik yang anda ukur.Hantaran Listrik tersebut akan terdeteksi oleh alat yang dinamakan detect.