• Alat Uji
  • sales@alatuji.com

     

  • Alat Uji
  • 021 8690 6777
    021 8690 6770
  • Alat Uji
  • 0812 9595 7914
    0813 1066 1358
    0878 7867 0721
  • _
    _

Mengenal Pengujian Kekerasan Brinell

Kamis, 2 April 2020

Metoda uji kekerasan yang di ajukan oleh J.A Brinell pada tahun 1900an ini merupakan uji kekerasan lekukan yang pertamakali banyak digunakan dan di susun pembakuannya (dieter, 1987). Uji kekerasan ini berupa pembentukan lekukan pada permukaan logam menggunakan indentor. Indentor untuk brinell berbentuk bola dengan diameter 10mm, diameter 5mm, diameter 2,5mm, dan diameter 1mm, itu semua adalah diameter bola standar internasional.

 

Bola brinell yang standar internasional tersebut ada 2 bahan pembuatannya. Ada yang terbuat dari baja yang di keraskan/dilapis chrom, dan ada juga yang terbuat dari tungsten carbide. Tungsten carbide lebih keras dari baja, jadi tungsten carbide biasanya dipakai untuk pengujian benda yang keras yang dikhawatirkan akan merusak bola baja. Namun untuk pengujian bahan yang tingkat kekerasannya belum diketahui, alangkah baiknya jika kita mengujinya terlebih dahulu menggunakan metoda rockwell c, dengan menggunakan indentor kerucut intan, untuk menghindari rusaknya indentor. Seperti yang kita ketahui bahwa intan adalah logam yang paling keras saat ini, jadi intan tidak akan rusak jika di indentasikan ke material yang keras.

 

Untuk bahan/ material pengujian brinel harus disiapkan terlebih dahulu. Material harus bersih dan diusahakan halus (minimal N6 atau digerinda). Harus rata dan tegak lurus, bersih dari debu, karat, dan terak. Kelebihan Metode Brinell ini adalah sangat dianjurkan untuk material-material atau bahan-bahan uji yang bersifat heterogen.

 

Metode Brinnel

Pengujian kekerasan dengan metode Brinnel bertujuan untuk menentukan kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan material terhadap bola baja (identor) yang ditekankan pada permukaan material uji tersebut (spesimen). Idealnya, pengujian Brinnel diperuntukan untuk material yang memiliki permukaan yang kasar dengan uji kekuatan berkisar 500-3000 kgf. Identor (Bola baja) biasanya telah dikeraskan dan diplating ataupun terbuat dari bahan Karbida Tungsten.

 

Prinsip berasal dari pengujian kekerasan ini bersama dengan menghimpit indentor selama 30 detik. Kemudian diameter hasil Identansi diukur bersama dengan memanfaatkan mikroskop optik. Diameter kudu dihitung dua kali pada sudut tegak lurus yang berbeda, kemudian dirata-ratakan.

 

Bahan & alat  yang digunakan untuk uji kekerasan brinell

  • Mesin uji kekerasan brinell
  • Bola baja untuk brinell (brinell ball)
  • Mikroskop pengukur
  • Stop watch
  • Mesin gerinda
  • Ampelas kasar dan halus
  • Benda uji (test specimen)

 

Kelemahan Metode Brinell

  • Tidak dapat digunakan pada benda yang tipis dan kecil.
  • Butuh ketelitian saat mengukur diameter lekukan hasil indentas

 

Kelebihan Metode Brinell

Sangat dianjurkan untuk material-material atau bahan-bahan uji yang bersifat heterogen

 

Pengujian Kekerasan Brinnel

Pengukuran kekerasan dengan brinell hardness tester secara umum dapat dilakukan dengan dua metode yaitu :

(A Metode Dinamis (Dynamical Methode)

Karakteristik dari Metode Dinamis adalah :

  1. Pembebanan terjadi dengan tiba-tiba.
  2. Waktu penetrasinya singkat (Short penetration time).
  3. Ketelitian rendah (Low Accuracy).
  4. Pengujian dilakukan dengan cepat.

 Jenis pengujian kekerasan yang menggunakan metode ini antara lain : Shore scleroscope, Herbert, Hammer Poldi, dsb.

 

(B) Metode Statis (Statical Methode)

Karakteristik dari Metode Statis adalah :

  1. Pembebanan terjadi secara perlahan-lahan dengan beban tertentu.
  2. Waktu penetrasinya panjang (Long penetration time).
  3. Ketelitian tinggi (High accuracy)(d) Pengujian lebih lambat dari metode dinamis.

 

Jenis pengujian kekerasan yang menggunakan metode ini antara lain : Brinell, Vickers, Rockwell, Vickers Micro Hardness dan Knoop Micro hardness tester dll. Metode pengujian statis merupakan metode pengujian kekerasan yang umum digunakan dewasa ini.

 

Hal ini didasarkan pada hasil pengujian yang lebih akurat. Pengujian ini dapat dikategorikan berdasarkan sasaran dari material yang akan diuji, yaitu :

(a) Untuk mengukur kekerasan suatu material digunakan pengujian kekerasan

Brinell hardness tester , Rockwell dan Vickers.

(b) Untuk mengukur kekerasan fasa pada struktur mikro atau lapisan tipis dari

suatu material digunakan Micro-hardness test.

 

Kami menjual berbagai alat pengujian dan pengukuran akurat serta berkualitas seperti Alat Uji Pohon (Tree For Testing), Quality Tree Testing, Data Logger, Weather Station, Universal Testing Machine. Kami juga menyewakan alat keamanan metal detector . Kami adalah distributor resmi Produk TIME, HOBO, FAKOPP di Indonesia dan bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Kota DKI Jakarta.

 

Untuk pemesanan produk terkait bisa langsung menghubungi kami atau WA : 081295957914 email : sales@alatuji.com




Produk Terkait dengan artikel Mengenal Pengujian Kekerasan Brinell


 


NEWSLETTER

 

TESTIMONIALS

B2TKS

B2TKS
Sangat jarang perusahaan seperti ini di Indonesia!  Mereka terus-menerus mengikuti perkembangan inovasi engineering test & measurement, “nyambung” berdiskusi teknis dan berpengalaman, memiliki visi pengembangan teknologi pengukuran, pengujian, inspeksi dan monitoring.(Dr.-Ing. Ir. May Isnan - NDT Specialist B2TKS-BPPT)

Chevron

Chevron
Tim kerja Alat Uji dapat diandalkan. Sangat bagus dalam implementasi di lapangan. Secara umum kami puas dengan services nya!(Andre - HSE Chevron)

BPPT

BPPT
Saya baru sekali ini bertemu perusahaan engineering yang eksis seperti ini di Indonesia.  Sangat terbantu dengan solusi yang diberikan, sangat memuaskan!(Muksin Saleh, ST., MT - Fuel Conversion and Pollution Control Specialist, B2TE - BPPT)

BALITBANG

BALITBANG
Sistem monitoring yang disuplai oleh Alat Uji adalah yang tertinggi ratingnya sampai dengan saat ini dibandingkan sistem lain yang pernah kami miliki, Dengan sistem monitoring dari Alat Uji, Pengujian kami jadi lebih terkontrol karena ada visualisasi di sistemnya. (Gatot Sukmara - Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum)

 
Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji