• Alat Uji
  • sales@alatuji.com

     

  • Alat Uji
  • 021 8690 6777
    021 8690 6770
  • Alat Uji
  • 0812 9595 7914
    0813 1066 1358
    0878 7867 0721

Metode Pengujian Kekerasan Hardness Tester

Sabtu, 17 November 2018

Dalam aplikasi manufaktur, material atau bahan harus dilakukan pengujian sebelum digunakan dan dengan memahami dua pertimbangan yaitu untuk mengetahui karakteristik suatu material serta melihat mutu untuk memastikan suatu material tersebut memiliki spesifikasi dan kualitas tertentu. Pengujian keras berfungsi untuk mencegah terjadinya produk gagal atau cacatnya benda. Pengujian kekerasan ini merupakan yang bersifat destructive test karena sifatnya yang merusakk, tetapi pengujian keras ini tidak akan merusak material hingga hancur hanya saja merusak bagian permukaannya saja dan menyebabkan material memiliki goresan yang sedikit dalam.

 

Pada umumnya pengujian kekerasan mengunakan 4 macam metode pengujian keras, yakni Brinnel, Rockwell, Vickers, Micro Hardness.

 

Brinnel (HB / BHN)

Pengujian kekerasan dengan menggunakan metode brinnel bertujuan untuk menentukan kekerasan suatu material atau benda dalam bentuk gaya tahan material pada identro (Bola baja) yang ditekankan pada permukaan material tersebut.

Ada baiknya, pengujian dengan menggunakan metode brinnel khususkan untuk pengujian dengan material yang memiliki permukaan kasar dengan uji kekuatan kisaran 500-3000 kgf. Identor biasanya sudah dikeraskan dan di plating atau terbuat dari bahan karbida tungsen.

 

Rockwell

Pengujian kekerasan dengan menggunakan metode Rockwell bertujuan mengetahui kekerasan material dengan perhitungan yang tepat suatu material dalam bentuk daya tahan material terhadap identor kerucut ataupun bola baja intan yang ditekan pada permukaan material atau benda uji tersebut.

Besarnya minor load maupun majod load tergantung dari jenis material atau benda yang akan di uji, jenisnya dapat dilihat dibawah ini.

 

HR = E - e

Where :

F0        = Beban Minor(Minor Load) (kgf)

F1        = Beban Mayor(Major Load) (kgf)

F          = Total beban (kgf)

e          = Jarak antara kondisi 1 dan kondisi 3 yang dibagi dengan  0.002 mm

E         = Jarak antara indentor saat diberi minor load dan zero reference line yang untuk tiap jenis indentor berbeda-beda yang bias dilihat pada table 1

HR      = Besarnya nilai kekerasan dengan metode hardness

Tabel dibawah ini merupakan skala yang dipakai dalam pengujian Rockwell skala dan range uji dalam skala Rockwell.

  Tabel 1 Rockwell Hardness Scales

 

Scale

Indentor

F0 (kgf)

F1 (kgf)

F (kgf)

 

Jenis Material Uji

A

Diamond cone

10

50

60

100

Exremely hard materials, tugsen carbides, dll

B

1/16" steel ball

10

90

100

130

Medium hard materials, low dan medium carbon steels, kuningan, perunggu, dll

C

Diamond cone

10

140

150

100

Hardened steels, hardened and tempered alloys

D

Diamond cone

10

90

100

100

Annealed kuningan dan tembaga

E

1/8" steel ball

10

90

100

130

Berrylium copper,phosphor bronze, dll

F

1/16" steel ball

10

50

60

130

Alumunium sheet

G

1/16" steel ball

10

140

150

130

Cast iron, alumunium alloys

H

1/8" steel ball

10

50

60

130

Plastik dan soft metals seperti timah

K

1/8" steel ball

10

140

150

130

Sama dengan H scale

L

1/4" steel ball

10

50

60

130

Sama dengan H scale

M

1/4" steel ball

10

90

100

130

Sama dengan H scale

P

1/4" steel ball

10

140

150

130

Sama dengan H scale

R

1/2" steel ball

10

50

60

130

Sama dengan H scale

S

1/2" steel ball

10

90

100

130

Sama dengan H scale

V

1/2" steel ball

10

140

150

130

Sama dengan H scale

 

Vickers

Pengujian kekerasan dengan menggunakan metode vickers memiliki tujuan untuk menentukan kekerasan terhadap suatu material dalam yaitu daya tahan material atau benda terhadap indentor yang cukup kecil dan mempunyai geometri berbentuk piramid. Beban yang dikenakan pun jauh lebih kecil dibandingkan dengan pengujian metode rockwell dan juga metode brinell yaitu 1 hingga 1000gram.

Angka kekerasan vickers didefenisikan sebagai hasil bagi atau koefisien dari beban uji dengan bekas luka tekan permukaan yang luas dari indentor.

 

Micro Hardness

Micro Hardness testing dikenal dengan nama knoop hardness testing yang merupakan pengujian yang cocok untuk pengujian yang rendah dalam nilai kekerasannya. Knoop biasanya digunakan untuk mengukur sebuah material yang getas seperti keramik atau batu.

HK = Angka kekerasan knoop
F = Beban (kgf)
I = Panjang dari indentor (mm)

 

Untuk menentukan metode pengujian keras yang digunakan, kita harus memperhatikan hal-hal berikut ini :

  • Permukaan pada material
  • Jenis dan dimensi material
  • Jenis data yang diinginkan
  • Ketersediaan alat uji

 

Alatuji adalah penyedia alat pengujian dan pengukuran terpercaya di Indonesia. Kami juga menjual alat pengujian keras berspesifikasi dan terpercaya serta memberika after sales terbaik. Pertanyaan harga dan spesifikasi lengkap bisa langsung tanyakan lewat chat online yang tersedia di web ini.




Produk Terkait dengan artikel Metode Pengujian Kekerasan Hardness Tester


 


NEWSLETTER

 

TESTIMONIALS

B2TKS

B2TKS
Sangat jarang perusahaan seperti ini di Indonesia!  Mereka terus-menerus mengikuti perkembangan inovasi engineering test & measurement, “nyambung” berdiskusi teknis dan berpengalaman, memiliki visi pengembangan teknologi pengukuran, pengujian, inspeksi dan monitoring.(Dr.-Ing. Ir. May Isnan - NDT Specialist B2TKS-BPPT)

Chevron

Chevron
Tim kerja Alat Uji dapat diandalkan. Sangat bagus dalam implementasi di lapangan. Secara umum kami puas dengan services nya!(Andre - HSE Chevron)

BPPT

BPPT
Saya baru sekali ini bertemu perusahaan engineering yang eksis seperti ini di Indonesia.  Sangat terbantu dengan solusi yang diberikan, sangat memuaskan!(Muksin Saleh, ST., MT - Fuel Conversion and Pollution Control Specialist, B2TE - BPPT)

BALITBANG

BALITBANG
Sistem monitoring yang disuplai oleh Alat Uji adalah yang tertinggi ratingnya sampai dengan saat ini dibandingkan sistem lain yang pernah kami miliki, Dengan sistem monitoring dari Alat Uji, Pengujian kami jadi lebih terkontrol karena ada visualisasi di sistemnya. (Gatot Sukmara - Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum)

 
Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji