• Alat Uji
  • sales@alatuji.com

     

  • Alat Uji
  • 021 8690 6777
    021 8690 6770
  • Alat Uji
  • 0812 9595 7914
    0813 1066 1358
    0878 7867 0721

Mesin Uji Tarik Dengan Sistem Kontrol Dan Komputisasi

Rabu, 26 Juni 2019

Uji tarik merupakan suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu bahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang sesumbu. [Askeland, 1985]. Uji tarik mungkin adalah cara pengujian bahan yang paling mendasar. Uji tarik rekayasa banyak dilakukan untuk melengkapi  informasi rancangan dasar kekuatan suatu bahan dan sebagai data pendukung bagi spesifikasi bahan (Dieter, 1987).

 

Pada uji tarik, benda uji diberi beban gaya tarik sesumbu yang bertambah secara kontinyu, bersamaan dengan itu dilakukan pengamatan terhadap perpanjangan yang dialami benda uji (Davis, Troxell, dan Wiskocil,1955). Kurva tegangan regangan rekayasa diperoleh dari pengukuran perpanjangan benda uji.Pengujian ini sangat sederhana, tidak mahal dan sudah mengalami standarisasi di seluruh dunia, misalnya di Amerika dengan ASTM E8 dan Jepang dengan JIS 2241. Dengan menarik suatu bahan kita akan segera mengetahui bagaimana bahan tersebut bereaksi terhadap tenaga tarikan dan mengetahui sejauh mana material itu bertambah panjang. Alat eksperimen untuk uji tarik ini harus memiliki cengkeraman (grip) yang kuat dan kekakuan yang tinggi (highly stiff).

 

Dari beberapa jenis pengujian, uji tarik adalah cara pengujian yang cukup sederhana untuk dilakukan. Dengan menarik suatu bahan untuk mengetahui bahan tersebut bereaksi terhadap tarikan sampai sejauh mana material bertambah panjang. Pada umumnya pengujian ini menggunakan mesin uji tarik.

 

Salah satu contoh material yang sering digunakan oleh pembuat struktur bangunan dan produk yaitu baja. di dunia sipil, baja sering diaplikasikan sebagai rangka dari struktur jembatan, bangunan pabrik, gedung pencakar langit dan beberapa konstruksi lain.

 

Di bidang pengolahan oli dan gas, baja digunakan sebagai bahan untuk jalur pipa dan tabung untuk mengalirkan dan menampung olahan oli atau gas yang terproses. Bahan baja terbuat dari bahan paduan logam dengan besi sebagai unsure utama dan memiliki beberapa campuran unsur lainnya seperti karbon. Presentase dan perbandingan beberapa campuran unsur sangat berpengaruh pada kekuatan baja yang telah tercetak.

 

Sebelum bahan diaplikasikan, perlu adanya pengujian sederhana uji tarik untuk menentukan respon material pada saat diberi beban atau deformasi luar yang dapat menyebabkan perubahan struktur dari campuran beberapa unsur baja.

 

Dalam prosesnya, dibutuhkan sebuah mesin uji tarik sebagai media untuk menghitung kekuatan tarik dari baja. Pengujian ini memiliki prinsip bahwa sampel benda dengan ukuran dan bentuk tertentu akan diberi gaya tarik kedua ujung sumbu material oleh dua penjepit pada setiap ujungnya secara kontinyu sampai material mengalami kerusakan atau putus.

 

Bersamaan dengan itu dilakukan pengamatan mengenai perpanjangan yang dialami benda uji. Semua pengamatan dilakukan secara manual dengan hitungan jika menggunakan mesin uji tarik konvensional.

 

universal testing machine

 

Semakin berkembangnya teknologi, kini tersedia mesin uji tarik yang menggunakan sistem kontrol dan komputisasi yang disebut UTM (Universal Testing Machine). Mesin uji modern sangat universal yang dapat digunakan untuk uji tarik dan uji tekan.

 

Universal Testing Machine (UTM), juga dikenal universal tester, materials testing_machine atau materials test frame, yang dapat digunakan untuk menguji tegangan tarik dan kekuatan tekan bahan. Pengujian tegangan tarik dan tekan dapat dilakukan dengan berbagai standar pada berbagai bahan, komponen, dan struktur.

Uji tarik juga merupakan salah satu pengujian yang dilakukan pada material untuk mengetahui karakteristik dan sifat mekanik material terutama kekuatan dan ketahaanan terhadap beban tarik. Dari pengujian ini, maka kita bisa menentukan apakah material seperti ini cocok tidak dengan kebutuhan penggunaan dimana yang sering dialami oleh material tersebut beban tarik (mainly).

Jenis bahan yang biasa digunakan untuk melakukan Uji Tarik yaitu bahan logam, polimer dan plastik maupun bahan yang bekerja dengan proses penarikan lainnya.

Tujuan dari pengujian untuk melihat perilaku baja/ material apabila di beri beban tarik.

Dari Testing Machine ini akan didapat kurva gaya(F) terhadap pertambahan panjang (Dl), beberapa kurva hasil pengujian tarik dari beberapa jenis material. Uji tarik termasuk uji statik, tetapi pada dasarnya beban tetap naik secara kontinu, untuk mendapatkan sifat pengujian statik maka laju penarikan harus di buat sangat lambat atau uji tarik ini dapat dianggap sebagai uji QUASI STATIK.

Hasil dari uji Penarikan menggunakan Universal  ini yaitu untuk mendapatkan hasil bahan yang berkualitas terhadap daya tarik yang besar. Sehingga tetap terjaga kualitas bahan yang akan di produksi.

 





NEWSLETTER

 

TESTIMONIALS

B2TKS

B2TKS
Sangat jarang perusahaan seperti ini di Indonesia!  Mereka terus-menerus mengikuti perkembangan inovasi engineering test & measurement, “nyambung” berdiskusi teknis dan berpengalaman, memiliki visi pengembangan teknologi pengukuran, pengujian, inspeksi dan monitoring.(Dr.-Ing. Ir. May Isnan - NDT Specialist B2TKS-BPPT)

Chevron

Chevron
Tim kerja Alat Uji dapat diandalkan. Sangat bagus dalam implementasi di lapangan. Secara umum kami puas dengan services nya!(Andre - HSE Chevron)

BPPT

BPPT
Saya baru sekali ini bertemu perusahaan engineering yang eksis seperti ini di Indonesia.  Sangat terbantu dengan solusi yang diberikan, sangat memuaskan!(Muksin Saleh, ST., MT - Fuel Conversion and Pollution Control Specialist, B2TE - BPPT)

BALITBANG

BALITBANG
Sistem monitoring yang disuplai oleh Alat Uji adalah yang tertinggi ratingnya sampai dengan saat ini dibandingkan sistem lain yang pernah kami miliki, Dengan sistem monitoring dari Alat Uji, Pengujian kami jadi lebih terkontrol karena ada visualisasi di sistemnya. (Gatot Sukmara - Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum)

 
Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji