• sales@alatuji.com

     

  • 021 8690 6777
    021 8690 6770
  • 0812 9595 7914 (Mr. Parmin)
    0813 1066 1358 (Ms. Eki)
    0812 8333 5497 (Mr. Muslim)
  • 0812 1248 2471 (Mr. Alfin)
    0819 4401 4959 (Mr. Arya)

Musim Hujan di Indonesia Terganggu Anomali Pasifik

Senin, 20 Mei 2024

Musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terganggu oleh Anomali di Samudera Pasifik. Bibit anomali badai tropis tersebut di Samudra Pasifik bagian barat masih berlangsung dan bergerak ke timur.


Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto, Senin (27/1/2014), di Jakarta menuturkan bahwa ”Dalam dua sampai tiga hari ke depan diprediksikan masih terdapat hujan di sebagian besar wilayah. Namun, prediksi pada tujuh hari ke depan awan hujan berkurang meskipun masih pada puncak musim hujan hingga pertengahan Februari nanti,”


Analisa pola arus angin BMKG yang dapat diukur dengan weather station menunjukkan, pusat sistem tekanan rendah memiliki arah pusaran berlawanan arah jam. Bibit badai tropis atau sistem tekanan rendah kemarin terpantau di Samudra Pasifik sebelah utara Papua Nugini. 

Arah arus angin yang bergerak dari timur laut dan dibelokkan ke timur bertemu dengan arus angin yang tertarik pusat sistem tekanan rendah di Samudra Hindia. Pertemuannya memanjang dari Sulawesi bagian selatan, Maluku, dan Papua.


Bibit badai tropis di belahan bumi selatan itu terpantau ada dua, yakni lokasi selatan Nusa Tenggara Timur dan Teluk Carpentaria, Australia.


Pertemuan arus angin lain juga berlangsung di sebelah barat daya Sumatera ke arah timur melintasi Jawa hingga bagian timur Jawa. Lokasi yang menjadi pertemuan dua arah angin itu menimbulkan awan hujan dalam dua hingga tiga hari ke depan.


Prakiraan hujan yang intensitasnya dapat diukur dengan weather station masih terjadi di Bengkulu dan Lampung, kemudian Banten dan Jawa Barat bagian utara termasuk Jakarta dan sekitarnya.


Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian utara diprediksikan masih ada hujan untuk tiga hari ke depan. Demikian juga untuk Nusa Tenggara bagian barat dan timur, Sulawesi Selatan bagian barat, Kepulauan Maluku, dan Papua bagian selatan.


Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG Edvin Aldrian menyatakan, bibit badai tropis yang terbentuk di Samudra Pasifik menarik massa uap air yang ada di Indonesia bagian timur. Hal ini diprediksikan memperpendek musim hujan di Indonesia. ”Dampak berikutnya, awal musim kemarau bisa lebih cepat di sebagian wilayah Indonesia,” kata Edvin.


Musim kemarau tahun ini bisa lebih panjang. Di Samudra Pasifik pun berpotensi terjadi El Nino yang menimbulkan musim kemarau berkepanjangan di Indonesia.


Kutipan : kompas




Produk Terkait dengan artikel Musim Hujan di Indonesia Terganggu Anomali Pasifik


 


NEWSLETTER

 

TESTIMONIALS

B2TKS

B2TKS
Sangat jarang perusahaan seperti ini di Indonesia!  Mereka terus-menerus mengikuti perkembangan inovasi engineering test & measurement, “nyambung” berdiskusi teknis dan berpengalaman, memiliki visi pengembangan teknologi pengukuran, pengujian, inspeksi dan monitoring.(Dr.-Ing. Ir. May Isnan - NDT Specialist B2TKS-BPPT)

Chevron

Chevron
Tim kerja Alat Uji dapat diandalkan. Sangat bagus dalam implementasi di lapangan. Secara umum kami puas dengan services nya!(Andre - HSE Chevron)

BPPT

BPPT
Saya baru sekali ini bertemu perusahaan engineering yang eksis seperti ini di Indonesia.  Sangat terbantu dengan solusi yang diberikan, sangat memuaskan!(Muksin Saleh, ST., MT - Fuel Conversion and Pollution Control Specialist, B2TE - BPPT)

BALITBANG

BALITBANG
Sistem monitoring yang disuplai oleh Alat Uji adalah yang tertinggi ratingnya sampai dengan saat ini dibandingkan sistem lain yang pernah kami miliki, Dengan sistem monitoring dari Alat Uji, Pengujian kami jadi lebih terkontrol karena ada visualisasi di sistemnya. (Gatot Sukmara - Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum)

 
Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji