• Alat Uji
  • sales@alatuji.com

     

  • Alat Uji
  • 021 8690 6777
    021 8690 6770
  • Alat Uji
  • 0821 1431 0566
    0812 9595 7914
    0813 1066 1358
    0878 7867 0721

Uji Emisi Kendaraan Untuk Selamatkan Lingkungan

Senin, 28 September 2020

Emisi gas buang transportasi di DKI Jakarta, hasil riset Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), mengalami peningkatan. Ketua MTI Danang Parikesit mengatakan, emisi gas buang tersebut banyak berasal dari kendaraan bermotor. 

 

Pembakaran kendaraan bermotor pada umumnya memiliki dampak negatif terhadap lingkungan khususnya kehidupan manusia di bumi. Karena hasil pembakaran kendaraan yang disebut dengan emisi gas dapat merusak lingkungan baik itu tanaman, air dan hewan maupun kehidupan manusia sendiri dengan timbulnya berbagai macam penyakit.


Hal ini yang menjadi momok bagi masyarakat seluruh dunia untuk mengurangi emisi gas yang sudah semakin tidak terkendali dengan banyak kendaraan bermotor yang lalu lalang setiap waktunya. Kandungan emisi gas yang berpotensi menjadi racun yang mencemari lingkungan sangat banyak.

 


Ada lima unsur dalam gas buang kendaraan yang diukur yaitu senyawa HC ( Hidrokarbon ), CO ( Karbon MonoO=ksida ), CO2 ( Karbon Dioksida ), O2 ( Oksigen ) dan senyawa NOx ( Nitrogen Oksida ). Sedangkan negara – negara yang tidak terlalu ketat emisinya hanya mengukur 4 senyawa unsur ga buang yaitu Senyawa HC, CO, CO2, dan O2.


Dalam hal ini kita membahas salah satu bahan bakar minyak dunia yaitu bensin. Bensin adalah senyawa hidrokarbon, jadi setiap HC yang didapat di gas buang kendaraan menunjukkan adanya bensin yang tidak terbakar dan terbuang bersama sisa pembakaran. Apabila suatu senyawa hidrokarbon terbakar sempurna (bereaksi dengan oksigen) maka hasil reaksi pembakaran tersebut adalah karbondioksida (CO2) dan air(H¬2O).

 

Walaupun rasio perbandingan antara udara dan bensin (AFR=Air-to-Fuel-Ratio) sudah tepat dan didukung oleh desain ruang bakar mesin saat ini yang sudah mendekati ideal, tetapi tetap saja sebagian dari bensin seolah-olah tetap dapat “bersembunyi” dari api saat terjadi proses pembakaran dan menyebabkan emisi HC pada ujung knalpot cukup tinggi.


Tentunya pengukuran emisi gas buang harus dilakukan dalam kurun waktu tertentu mulai dari enam bulan sekali atau satu tahun sekali. Pengukuran tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan instrument gas detector. Alat ini dapat membantu untuk mendapatkan pengukuran berbagai macam senyawa. Gas detector merupakan instrument terbaik untuk melaksanakan emisi gas buang untuk mengendalikan lingkungan demi keselamatan kehidupan manusia di bumi. (amd/thc)

ALAT UJI EMISI ini adalah sebuah alat uji untuk menganalisa dan mengetahui tingkat konsentrasi dari nilai HC, CO, dan OZ yang mengikat berubah didalam zat gas. pengujian juga dapat dilakukan untuk menguji perubahan kandungan gas berlebih. kegiatan pengujian ini baik dilakukan pengaplikasiannya pada mesin-mesin industri maupun mesin-mesin kendaraan.

 

 

 





NEWSLETTER

 

TESTIMONIALS

B2TKS

B2TKS
Sangat jarang perusahaan seperti ini di Indonesia!  Mereka terus-menerus mengikuti perkembangan inovasi engineering test & measurement, “nyambung” berdiskusi teknis dan berpengalaman, memiliki visi pengembangan teknologi pengukuran, pengujian, inspeksi dan monitoring.(Dr.-Ing. Ir. May Isnan - NDT Specialist B2TKS-BPPT)

Chevron

Chevron
Tim kerja Alat Uji dapat diandalkan. Sangat bagus dalam implementasi di lapangan. Secara umum kami puas dengan services nya!(Andre - HSE Chevron)

BPPT

BPPT
Saya baru sekali ini bertemu perusahaan engineering yang eksis seperti ini di Indonesia.  Sangat terbantu dengan solusi yang diberikan, sangat memuaskan!(Muksin Saleh, ST., MT - Fuel Conversion and Pollution Control Specialist, B2TE - BPPT)

BALITBANG

BALITBANG
Sistem monitoring yang disuplai oleh Alat Uji adalah yang tertinggi ratingnya sampai dengan saat ini dibandingkan sistem lain yang pernah kami miliki, Dengan sistem monitoring dari Alat Uji, Pengujian kami jadi lebih terkontrol karena ada visualisasi di sistemnya. (Gatot Sukmara - Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum)

 
Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji Alat Uji