• sales@alatuji.com

     

  • 021 8690 6777
    021 8690 6770
  • 0812 9595 7914
    0813 1066 1358
    0878 7867 0721

Solusi Penampungan Air Yang Meluap

Rabu, 26 September 2018

Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. bagaimana tidak ? kita saja tidak bisa hidup seharipun tanpa adanya air. selain sebagai sumber kehidupan, air juga memiliki banyak manfaat lainnyayang sangat banyak apabila kta kelompokkan satu per satu. Air juga merupakan senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di Bumi.

 

Di era globalisasi yang sudah modern ini, banyak orang memanfaatkan air untuk berbagai keperluan. seperti misalnya kebutuhan sehari hari. dan tak sedikit orang yang sudah memakai alat alat teknik untuk membangkitkan air dari perut bumi. penghematan memamng sudah dilakukan sejak dini, seperti penghematan listrik. pembangkit air yang menyala secara terus menerus dapat menyebabkan keborosan listrik. bagaimana solusinya ?

 

Banyak orang yang kini sudah beralih ke penampungan. logikanya, kita membangkitkan air dari bawah tanah dengan jumlah yang banyak dan kita tampung ditempat penampungan untuk menghemat tenaga listrik yang di nyalakan terus menerus. jadi jita dapat menikmati air tampungan tanpa adanya pembangkit air yang terus menerus menyala

 

Lalu, keluhan pun terjadi. bagaimana bisa terjadi, padahal kita baru saja membahas tentang solusi. ya, keluhan terjadi di tempat penampungan. saat kita membangkitkan air dari tanah lalu menyimpannya di penampungan, kadar air yang kita simpan terkadang telalu berlebihan tanpa kita sadar yang kerap kali mengakibatkan air yang meluap dan terbuang sia sia

 

Antisipasi dengan meluapnya air, maka diperlukan sistem yang berguna sebagai alat ukur air yang berguna untuk mengendalikan kerja pompa, lain halnya dengan alat pengukur suhu air. wate level control ini bertujuan untuk mengendalikan atau mengatur ketinggian air dalam suatu bak air atau tanki secara otomatis. Secara singkat prinsip kerja Water Level Control ini adalah mengatur kerja pompa air yang akan mengisi bak air/ tanki dengan ketinggian air sebagai acuannya.

 

Water Level Control

 

Ketika air dalam tanki akan habis, maka sensor yang mengindra level paling bawah air (ditentukan pada ketinggian sesuai keinginan) akan memberikan sinyal ke Water Level Control, dan selanjutnya Water Level Control memberikan perintah untuk menyalakan pompa dan merupakan alat pengukur ketinggian air.

 

water level control

 

Sebaliknya ketika air dalam tanki yang diisikan oleh pompa tadi sudah mencapai level atas (sebelum meluber keluar tanki) maka sensor yang mengindra level paling atas air akan memberikan sinyal ke Water Level Control, dan selanjutnya Water Level Control memberikan perintah untuk mematikan pompa, begitu seterusnya.

 

Dengan menggunakan alat teknik seperti ini, sudah pasti memudahkan, menghemat waktu, dan juga menghemat biaya akibat air yang selalu terbuang sia sia akibat tidak adanya pengontrol pompa keluarnya air





NEWSLETTER

 

TESTIMONIALS

B2TKS

B2TKS
Sangat jarang perusahaan seperti ini di Indonesia!  Mereka terus-menerus mengikuti perkembangan inovasi engineering test & measurement, “nyambung” berdiskusi teknis dan berpengalaman, memiliki visi pengembangan teknologi pengukuran, pengujian, inspeksi dan monitoring.(Dr.-Ing. Ir. May Isnan - NDT Specialist B2TKS-BPPT)

Chevron

Chevron
Tim kerja Alat Uji dapat diandalkan. Sangat bagus dalam implementasi di lapangan. Secara umum kami puas dengan services nya!(Andre - HSE Chevron)

BPPT

BPPT
Saya baru sekali ini bertemu perusahaan engineering yang eksis seperti ini di Indonesia.  Sangat terbantu dengan solusi yang diberikan, sangat memuaskan!(Muksin Saleh, ST., MT - Fuel Conversion and Pollution Control Specialist, B2TE - BPPT)

BALITBANG

BALITBANG
Sistem monitoring yang disuplai oleh Alat Uji adalah yang tertinggi ratingnya sampai dengan saat ini dibandingkan sistem lain yang pernah kami miliki, Dengan sistem monitoring dari Alat Uji, Pengujian kami jadi lebih terkontrol karena ada visualisasi di sistemnya. (Gatot Sukmara - Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum)