• sales@alatuji.com

     

  • 021 8690 6777
    021 8690 6771
  • 0816 1740 8927
    0817 6700 726
  • Pin: 2856BC08
    New PIN : 5A357BF9
  • 0816 1740 8925
    0812 8006 9024
    0812 9595 7914
  • 0813 1066 1358
    0812 9595 7914

Metode pengujian Kekerasan

Minggu, 25 Februari 2018

Uji Keras merupakan pengujian yang palig efektif. mengapa disebut pengujian paling efektif ? karena kita dapat dengan mudah mengetahui gambaran sifat mekanis suatu material. Meskipun pengukuran hanya dilakukan pada suatu titik, atau daerah tertentu saja, nilai kekerasan cukup valid untuk menyatakan kekuatan suatu material. Dengan melakukan uji keras, material dapat dengan mudah di golongkan sebagai material ulet atau getas.

 

Hardness ( kekerasan ) dari karet adalah perlawanan dari permukaan karet terhadap penetrasi dari beban dg berat tertentu dan ujungnya berbentuk bola atau kerucut. Untuk yang berbentuk bola disebut IRHD ( International Rubber Hardness Degrees )  dan yang kerucut : Shore hardness degrees. Satuan atau unit untuk hardness adalah derajat (degrees ). dan berkisar dari 0 s/d 100.  Nul ( 0 ) absolut lembut dan 100 sangat keras.

 

Metode Pengujian Kekerasan

 

Kekerasan (Hardness) adalah salah satu sifat mekanik (Mechanical properties) dari suatu material. Kekerasan suatu material harus diketahui khususnya untuk material yang dalam penggunaanya akan mengalami pergesekan (frictional force), dalam hal ini bidang keilmuan yang berperan penting mempelajarinya adalah Ilmu Bahan Teknik (Metallurgy Engineering).

 

Kekerasan diartikan juga sebagai kemampuan suatu material untuk menahan beban identasi atau penetrasi (penekanan). Didunia teknik, umumnya pengujian kekerasan menggunakan 4 macam metode pengujian kekerasan, yakni :

  1. Brinnel (HB / BHN)
  2. Rockwell (HR / RHN)
  3. Vikers (HV / VHN)
  4. Micro Hardness (Namun jarang sekali dipakai-red)

 

A. Pengujian Kekerasan Brinell

 

 

 

Pengujian brinell adalah salah satu cara pengujian kekerasan yang paling banyak digunakan. Pada pengujian brinel digunakan bola baja yang dikeraskan sebagai indentor. Kekerasan Brinel zl dihitung sebagai

Brinell Scale
BHN=Luas tampak tekan

P = gaya tekan (kg)
D = diameter bola indentor [mm] d= diameter tampak tekan [mm]

 

B. Pengujian kekerasan Rockwell

 

Pada cara rockwell pengukuran langsung dilakukan oleh mesin, dan mesin langsung menunjukan angka kekerasan dari bahan yang di uji. Cara ini lebih cepat dan lebih akurat. Pada cara rockwell yang normal , permukaan logam yang di uji di tekan oleh indentor dengan gaya tekan 10 kg, beban awal (minor load Po) sehinga ujung indikator menembus permukan sedalam h.

 

 

Selama itu penekanan di teruskan dengan memberikan beban utama di lepas; hanya tinggal beban awal pada saat ini kedalaman penetrasi ujung indentor adalah Dengan cara rokwell dapat digunakan beberapa skala tergantung pada kombinasi jenis indentor dan besar beban utama yang digunakan. Macam skala dan jenis indentor serta besar beban utama dapat dilihat pada tabel berikut :

 

Various Rockwell scales[11]
Scale Abbreviation Load Indenter Use
A HRA 60 kgf 120° diamond cone Tungsten carbide
B HRB 100 kgf 116-inch-diameter (1.588 mm) steel sphere Aluminium, brass, and soft steels
C HRC 150 kgf 120° diamond cone Harder steels >B100
D HRD 100 kgf 120° diamond cone  
E HRE 100 kgf 18-inch-diameter (3.175 mm) steel sphere  
F HRF 60 kgf 116-inch-diameter (1.588 mm) steel sphere  
G HRG 150 kgf 116-inch-diameter (1.588 mm) steel sphere  
Also called a brale indenter

 

C. Pengujian kekerasan Vickers

 

Uji kekerasan rockwell ini juga didasarkan  kepada penekanan sebuah indentor dengan suatu gaya tekan tertentu kepermukaan yang rata dan bersih dari suatu logam yang diuji kekerasannya. Setelah gaya tekan dikembalikan ke gaya minor maka yang dijadikan dasar perhitungan nilai kekerasan rockwell bukanlah hasil pengukuran diameter ataupun diagonal bekas lekukan tetapi justru “dalamnya bekas lekukan yang terjadi itu”.

 

 

Inilah cara rockwell dibandingkan dengan cara pengujian kekerasan lainnya. Angka kekerasan vickers dihitung dengan :

  • HV = {2P sin (α/2)}/d² = 1,854 P/d²
  • Dimana : P = gaya tekan (kg)
  • D = diagonal tampak tekan rata rata (mm)
  • α = sudut puncak indentor = 136®

hasil pengujian kekerasan vickers ini tidak akan bergantung pada besar gaya tekan (tidak seperti pada Brinell), dengan gaya tekan yang berbeda akan menunjukan hasil yang sama untuk bahan yang sama. dengan demikian vickers dapat mengukur kekrasan bahan mulai dari yang sangat lunak (5HV) sampai yang amat keras (1500HV) tanpa perlu mengganti gaya tekan.

 

D. Kekerasan Mayer

 

mayer ternyata mengukur kekerasan yang hampir sama dengan brinell menentukan identor bola hanya saja angka kekerasannya tidak dihitung dengan luas permukaan tampak tekan, tetapi dihitung dengan luas proyeksi tampak ditekan. angka kekerasan mayer :

  • P = 4P/(πd²)
  • Dimana : p = gaya tekan (kg)
  • D = diameter tampak tekan (mm)

Dengan cara ini pengukuran tidak lagi terpengaruh oleh besarnya gaya tekan yang digunakan untuk menekan indentor ( jadi tidak seperti brinell). Hasilnya akan sama walaupun pengukuran dilakukan dengan gaya tekan berbeda.

 

E. Microhardness test

 

Pada mikro vicker, indentor yang di gunakan juga sama seperti pada vickers biasa, juga cara perhitungan angka kekerasannya, hanya saja gaya tekan yang di gunakan kecil sekali , 1 sampai 1000 garam  dan panjang diagonal indentasi diukur dalam mikron.

Angka kekerasan knoop dihitung sebagai berikut :

  • HK = 14,229 P/ l
  • Diman : P = gaya tekan (kg)
  • l = panjang diagonal tamapk tekan yang panjang (micron)

mengingat bentuk identornya maka knoopakan menghasilkan identitas yang sangat dangkal jika dibandingkan dengan vickers, sehiingga sangat cocok untuk pengujian kekerasan pada lapisan yang sangat tipis

pemilihan masing-masing skala metode pengujian bergantung pada :

  1. Permukaan material
  2. Jenis dan dimensi material
  3. Jenis data yang diinginkan
  4. Ketersedian alat uji



Produk Terkait dengan artikel Metode pengujian Kekerasan


 


NEWSLETTER

 
 

TESTIMONIALS

B2TKS

B2TKS
Sangat jarang perusahaan seperti ini di Indonesia!  Mereka terus-menerus mengikuti perkembangan inovasi engineering test & measurement, “nyambung” berdiskusi teknis dan berpengalaman, memiliki visi pengembangan teknologi pengukuran, pengujian, inspeksi dan monitoring.(Dr.-Ing. Ir. May Isnan - NDT Specialist B2TKS-BPPT)

Chevron

Chevron
Tim kerja Alat Uji dapat diandalkan. Sangat bagus dalam implementasi di lapangan. Secara umum kami puas dengan services nya!(Andre - HSE Chevron)

BPPT

BPPT
Saya baru sekali ini bertemu perusahaan engineering yang eksis seperti ini di Indonesia.  Sangat terbantu dengan solusi yang diberikan, sangat memuaskan!(Muksin Saleh, ST., MT - Fuel Conversion and Pollution Control Specialist, B2TE - BPPT)

BALITBANG

BALITBANG
Sistem monitoring yang disuplai oleh Alat Uji adalah yang tertinggi ratingnya sampai dengan saat ini dibandingkan sistem lain yang pernah kami miliki, Dengan sistem monitoring dari Alat Uji, Pengujian kami jadi lebih terkontrol karena ada visualisasi di sistemnya. (Gatot Sukmara - Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum)