Pada dasarnya, teknologi non-destructive test dari IBG merupakan pengembangan dari prinsip dasar teori eddy-current (arus pusar). Dengan mengacu pada prinsip eddy current, kemudian dikembangkanlah dua jenis instrumen yang dapat digunakan untuk memantau kualitas material logam yang sangat fundamental yaitu, instrument pendeteksi adanya keretakan (crack-detector) dan instrumen untuk pengujian struktur material (structure-test).
Instrument crack detector berfungsi untuk melakukan scanning pada permukaan (termasuk bagian didalam / balik permukaan) dengan kecepatan tinggi, serta toleransi ketelitiannya dapat di-adjust sesuai keinginan kita.

Sedangkan Instrument untuk structure test menggunakan prinsip ketetapan alam bahwa semua material logam (seperti besi, baja, aluminum, stainless steel, campuran, dst- nya), masing-masing memiliki karakteristik permeability (daya hantar medan magnet) yang berbeda-beda, layaknya sidik jari manusia. Dan bila digambarkan pada suatu diagram cartesian, setiap struktur akan menempati titik tertentu pada bidang tersebut. Setiap material yang berbeda akan menunjukkan adanya penyimpangan dari titik yang ditentukan.

Gambar Struktur Baik (sebelah kiri) VS Struktur Buruk (sebelah kanan) : Tempered Martensite Ferrite, Perilite, Mixed Structure
Dengan demikian standar acuan kualitas akan diukur dari besarnya penyimpangan pada material atau produk sesuai dengan batasan yang kita inginkan (setting) sehingga memudahkan kita dalam memisahkan kualitas produk yang berkualitas bagus dengan yang reject (GOOD dengan NOT-GOOD).
Instrumen ini juga dapat diintegrasikan dengan sistem otomasi pada industri (ibg juga menyediakan complete system), sehingga proses sortir dapat dilakukan dengan kecepatan tinggi.



.jpg)




