Home  |   Contact Us  |   Testimonial  |   Karir
  • Local Phone

    021 8690 6777

    021 9529 3259

  • GSM Celuller

    0816 1740 8927

    0812 8006 9024

    0817 6700 726

  • Customer Care

    0815 1777 2387

  • Email

    sales@alatuji.com

    BlackBerry Pin: 2856BC08

     

  • Sales

 

Service & Support



Testimonials

Ahmad

Ahmad
Terima kasih alatuji.com

Budi Irianto

Budi Irianto
Servis dan pelayanan terhadap customer sangat memuaskan, sehingga kami terbantukan dalam target menyelesaikan produksi kami.   Terimakasih.

Hamzah

Hamzah
Produk yang sesuai dengan kebutuhan industri, tepat dengan pelayanan yang memuaskan terhadap customernya.

Andy

Andy
Terima kasih atas layanan yang sangat memuaskan oleh pihak alatuji.com


 



Timbangan

www.timbanganindonesia.com

Pusat informasi dan distributor timbangan analog dan timbangan digital di indonesia

Timbangan Digital

www.timbanganindonesia.com

Penjualan dan Distributor tunggal timbangan digital di Indonesia


Universal Testing Machine
Xbanner 3
Xbanner 2
Xbanner 1
Banner Dealer2
1 2 3 4 5
suhu_sapi.jpeg

Waspada !!! Pengaruh Suhu dan Kelembaban Udara Terhadap Sapi

Suhu  dan  kelembaban  udara  merupakan  dua  faktor  cuaca atau iklim  yang mempengaruhi  produksi  sapi  perah, karena  dapat  menyebabkan  perubahan keseimbangan panas dalam tubuh ternak, keseimbangan air, keseimbangan energi dan keseimbangan tingkah laku ternak (Hafez, 1968; Esmay, 1978).


McDowell (1974) menyatakan bahwa untuk kehidupan dan produksinya, ternak memerlukan suhu lingkungan yang optimum. Zona termonetral suhu nyaman untuk sapi Eropa berkisar 17 – 21ºC ( Hafez, 1968); 13 – 18ºC (McDowell, 1972); 4 – 25ºC (Yousef, 1985), 5 – 25ºC (Jones & Stallings, 1999). 


Bligh dan Johnson (1985) membagi beberapa wilayah suhu lingkungan berdasarkan perubahan produksi panas hewan, sehingga didapatkan batasan suhu yang nyaman bagi ternak, yaitu antara batas suhu kritis minimum dengan maksimum (Gambar 1).


Hubungan besaran suhu dan kelembaban udara atau biasa disebut “Temperature Humidity Index (THI)” yang dapat mempengaruhi tingkat stres sapi perah. Sebagai contoh sapi perah FH yaitu sapi perah Fries Holland yang merupakan jenis sapi perah dengan kemampuan produksi susu tertinggi dengan kadar lemak lebih rendah dibandingkan bangsa sapi perah lainya ( Kompas) .


Sapi perah FH akan nyaman pada nilai THI di bawah 72. Jika nilai THI melebihi 72, maka sapi perah FH akan mengalami stres ringan (72≤THI≤79), stres sedang (80≤THI≤ 89) dan stres berat ( 90≤ THI ≤ 97) (Wierema, 1990).


Gambar 1  Diagram produksi panas sapi perah pada beberapa suhu lingkungan 


Untuk sapi perah FH, penampilan produksi terbaik akan dicapai pada suhu lingkungan 18,3ºC dengan kelembaban 55%. Bila melebihi suhu tersebut, ternak akan  melakukan  penyesuaian  secara  fisiologis  dan  secara  tingkah  laku ( behaviour).


Secara fisiologis ternak atau sapi FH yang mengalami cekaman panas akan berakibat pada :

1) penurunan nafsu makan;

2) peningkatan konsumsi minum;

3) penurunan metabolisme dan peningkatan katabolisme;

4) peningkatan pelepasan panas melalui penguapan;

5) penurunan konsentrasi hormon dalam darah;

6) peningkatan temperatur tubuh, respirasi dan denyut jantung (McDowell, 1972);

7) perubahan tingkah laku (Ingram & Dauncey, 1985) dan

8) meningkatnya intensitas berteduh sapi (Combs, 1996).


Perubahan suhu pada kandang dapat mempengaruhi perubahan denyut jantung dan frekuensi pernapasan sapi FH. Denyut jantung sapi FH yang sehat pada daerah nyaman (suhu tubuh 38,6oC) adalah 60 – 70 kali/menit dengan frekuensi nafas 10 – 30 kali/menit (Ensminger, 1971).


Perubahan  suhu  yang  dilihat  dari  respons  pernapasan  dan  denyut  jantung merupakan mekanisme dari tubuh sapi untuk mengurangi atau melepaskan panas yang diterima dari luar tubuh ternak. Peningkatan denyut jantung merupakan respons dari tubuh ternak untuk menyebarkan panas yang diterima ke dalam organ-organ yang lebih dingin (Anderson, 1983).


Perubahan suhu dapat dipantau dengan menggunakan alat monitor suhu atau alat ukur suhu seperti microlite yang dapat dipantau setiap waktunya. Selain itu kelembaban dalam kandang atau diluar kandang dapat dipantau dengan Temperature RH Data Logger sehingga para peternak dapat mengawasi kelembaban untuk menjaga kualitas sapi peternak.


sumber : www .damandiri . or . id/file/ahmadyaniipbbab2.pdf - edit (red)